Sukses

Tingkatkan Literasi di Daerah, Perpusnas Gelar Transformasi Digital

Liputan6.com, Jakarta - Dalam rangka meningkatkan tingkat literasi, Perpustakaan Nasional (Perpusnas) melakukan transformasi digital guna menjangkau daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

"Transformasi perpustakaan sangat dibutuhkan untuk menyiasati keterbatasan buku cetak, terutama di daerah 3T,” ujar Fathmi, Pustakawan Ahli Utama Perpusnas, Senin (9/5/2022), seperti dikutip dari Antara.

Selain itu, transformasi digital ini juga mengacu pada Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan pasal 4 di mana tertulis bahwa perpustakaan bertujuan memberikan layanan kepada pemustaka atau pengguna perpustakaan, meningkatkan kegemaran membaca, serta memperluas wawasan, dan pengetahuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Maka, penting bagi negara untuk turut mencerdaskan bangsa agar memiliki daya saing.

Mengutip dari Muhammad Syarif Bando, Kepala Perpusnas, Fathmi menegaskan, "Kalau kita sehat dan sejahtera, maka NKRI bisa utuh selamanya. Kalau kita cerdas, sejahtera, dan kuat, maka kita akan menjadi bagian dari percaturan globall."

Kemudian, Fathmi juga menjelaskan delapan inovasi yang dilakukan Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara (Pujasintara) Perpusnas dalam mendukung layanan perpustakaan yang prima dan berorientasi bagi kepentingan pemustaka.

Adapun yang pertama, diseminasi informasi terseleksi, yaitu memberi layanan paket informasi kepada masyarakat. Kedua, penerapan kartu anggota berbasis nomor induk kependudukan (NIK). Hal ini mencerminkan upaya Perpusnas dalam memfasilitasi sumber pengetahuan dan wawasan bagi masyarakat. NIK juga dinilai perlu untuk mengintegrasikan data anggota perpustakaan, menyederhanakan sistem keanggotaan, meningkatkan mutu layanan, dan mengurangi keterbatasan akses bahan bacaan.

Ketiga, Perpusnas menyediakan layanan mandiri smartlocker dan anjungan pengembalian mandiri (APM). Smartlocker sendiri merupakan locker yang disediakan agar pemustaka dapat meminjam tanpa harus berjumpa dengan pustakawan.

Keempat, libtalk seri penelusuran, yaitu sarana diskusi dan wadah bagi peserta untuk berbagi dan belajar, mengetahui jenis-jenis sumber, dan cara penelusuran informasi.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Perwujudan Perpustakaan Digital

Kelima, ada Tanya Pustakawan virtual, suatu perwujudan perpustakaan digital melalui media komunikasi virtual. Keenam, layanan bimbingan pemustaka dan literasi informasi.

Ketujuh, terdapat buletin khusus layanan perpustakaan yang diperuntukkan untuk menyebarkan informasi tentang berita layanan, rekomendasi koleksi, dan produk kemas ulang informasi di Pujasintara.

Terakhir, ada panduan penelusuran subjek tertentu. Pada inovasi ini, terdapat panduan singkat mengenai tata cara penelusuran sumber informasi terpercaya yang disusun oleh Pujasintara.

Inovasi-inovasi yang dilakukan dalam transformasi digital perpustakaan ini diharapkan mampu meningkatkan budaya literasi masyarakat Indonesia, terutama dalam penelusuran referensi.

Penulis: Viona Pricilla/Universitas Nusantara

Sumber: https://antaranews.com/berita/2869221/perpusnas-lakukan-transformasi-digital-untuk-jangkau-daerah-3t

3 dari 3 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.