Sukses

Cek Fakta: Tidak Benar dalam Video Ini Anggota Dewan di Turki Baca Alquran Sebelum Rapat

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video yang diklaim anggota dewan di Turki membaca Alquran sebelum rapat beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan akun Facebook Siti Khadijah pada 13 Juni 2021.

Dalam video berdurasi 3 menit 27 detik itu, tampak sejumlah pria berpakaian jas tengah membaca Alquran. Mereka duduk di dalam sebuah ruangan mirip masjid. Video tersebut kemudian dikaitkan dengan anggota dewan di Turki membaca Alquran sebelum memulai rapat.

"Di Turki anggota DPR / MPR nya sebelum rapat diawali dengan membaca Al'Quran bersama seluruh anggota dewan...👍

Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul sekaligus menjadi : uswah hasanah (suri teladan yang baik) bagi umatnya. “Laqod kaana lakum fii rosuulillaahi uswatun hasanatun” yang artinya “Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.” (QS Al-Ahzab : 21).

~selengkapnya :

buka surat

(Al.ahzab [33] ayat 21-24)," tulis akun Facebook Siti Khadijah.

Video yang disebarkan akun Facebook Siti Khadijah telah 3.300 kali ditayangkan dan mendapat 52 komentar warganet.

Benarkah dalam video tersebut anggota dewan di Turki membaca Alquran sebelum rapat? Berikut penelusurannya.

 

2 dari 5 halaman

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri video yang diklaim anggota dewan di Turki membaca Alquran sebelum rapat. Penelusuran dilakukan dengan mengunggah gambar tangkapan layar dari video tersebut ke situs Google Reverse Image.

Hasilnya terdapat video serupa yang diunggah di situs berbagi video YouTube. Satu di antaranya video berjdul "الأحزاب تلاوة جماعية رائعة جداً من العتبة الرضوية المقدسةوحرم الإمام الخميني" yang ditayangkan channel YouTube قناة القرآن الكريم الإيرانية Iranian Quran channel.

Gambar Tangkapan Layar Video dari Channel YouTube قناة القرآن الكريم الإيرانية Iranian Quran channel.

Channel YouTube قناة القرآن الكريم الإيرانية Iranian Quran channel menjelaskan bahwa video itu memperlihatkan orang-orang yang membaca Alquran Surah Al Ahzab ayat 21 sampai 24 di Kompleks Makam Imam Reza di Masshad, Iran.

Penelusuran kemudian dilanjutkan dengan memasukkan kata kunci "kompleks makam imam reza, masshad, iran" di kolom pencarian Google Search.

Hasilnya terdapat beberapa artikel yang menjelaskan mengenai makam Imam Reza di di Masshad, Iran. Adalah artikel berjudul "Megahnya Makam Imam Reza yang Dikelilingi Tujuh Taman" yang dimuat situs cnnindonesia.com pada 13 April 2021 lalu.

Jakarta, CNN Indonesia -- Kompleks Makam Imam Ali bin Musa ar-Ridha (atau Imam Reza, panggilannya dalam bahasa Persia) adalah pusat keagamaan terbesar dan terpenting di Iran, yang terdiri dari bangunan dengan arsitektur Persia-Islam yang dikunjungi oleh banyak peziarah dari Iran dan mancanegara setiap tahunnya.

Jenazah Imam Reza, imam ke-delapan dalam Islam, dimakamkan di samping makam Harun Ar-Rasyid, khalifah ke-lima.

UNESCO menulis dalam situsnya bahwa kompleks Makam Imam Reza yang berada di Mashhad, ibu kota Provinsi Razavi Khorasan, ialah saksi bisu sejarah dan budaya Iran dan dunia Islam. Tak ayal, kompleks ini masuk dalam daftar Situs Warisan Sejarah UNESCO.

UNESCO juga menulis kalau kompleks ini sama bersejarahnya dengan beberapa kompleks keagamaan lainnya, seperti; Makam Santo Petrus di Vatikan, Kuil Mahabodhi di India, Gunung Emei di China, dan Lumbini di Nepal.

Kompleks Makam Imam Reza merupakan area masjid ke-empat terbesar di dunia, setelah Masjidil Haram di Mekkah, Masjid Nabawi di Madihan, dan Masjid Imam Ali di Irak. Kapasitasnya 700 ribu jemaah.

Di dalam kompleks yang dindingnya dihiasi mosaik keramik berwarna-warni dengan motif khas Iran ini terdapat Masjid Goharshad, museum, perpustakaan, empat seminari, makam, Universitas Ilmu Islam Razavi, sampai area makan untuk peziarah.

Jika punya waktu kunjungan singkat, tiga area yang wajib dikunjungi ialah Masjid Goharshad, Makam Imam Reza, dan dua museumnya; Museum Astan Quds, yang menyimpan sejarah Iran, serta Museum Quran, yang memajang sejarah kitab suci Al Quran.

Selain menjadi tempat ibadah, kompleks ini juga menjadi salah satu destinasi wisata religi di Iran dengan 25 juta peziarah mengunjungi tempat suci itu setiap tahunnya, menurut catatan pada tahun 2007.

Kompleks ini meliputi area seluas 267 ribu meter persegi, sedangkan tujuh halaman yang mengelilinginya meliputi area seluas 331 ribu meter persegi, dengan total 598 ribu meter persegi.

Di tujuh taman itu berdiri 14 menara dan 3 air mancur.

Tujuh taman tersebut ialah; Halaman Revolusi, Halaman Kebebasan, Halaman Masjid Goharshad, Halaman Quds, Halaman Republik Islam, Halaman Besar Razavi, dan Halaman Gadeer.

Setiap tahun digelar upacara Pembersihan Debu di kompleks dengan tujuh taman ini.

Dari taman terdapat lorong yang dinamai menurut nama ulama dan mengarah ke dalam area masjid mengelilingi makam Imam Reza. Area ini disebut sebagai bast (perlindungan), karena area ini dimaksudkan sebagai pelindung kompleks.

Empat bast di sini ialah; Bast Shaykh Toosi (menuju perpustakaan), Bast Shaykh Tabarsi, Bast Shaykh Hur Ameli, dan Bast Shaykh Baha'i.

Di tengah pandemi virus Corona, tercatat sebanyak 1,1 juta peziarah mendatangi Provinsi Khorasan Razavi sepanjang Maret sampai April tahun ini, seperti yang dikutip dari Tehran Times.

Selain ke Makam Imam Reza di kota Mashhad, peziarah juga mendatangi kota Tus yang merupakan lokasi makam penyair Persia Ferdowsi, makam penyair Attar dan Khayyam, dan Museum Taman Naderi.

 

Referensi:

https://www.youtube.com/watch?v=5IkU3lGRRzg

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210413152255-269-629349/megahnya-makam-imam-reza-yang-dikelilingi-tujuh-taman

 

3 dari 5 halaman

Kesimpulan

Video yang diklaim anggota dewan di Turki membaca Alquran sebelum rapat ternyata tidak benar. Faktanya, orang-orang yang ada di dalam video bukan anggota dewan Turki. Video itu memperlihatkan orang-orang yang membaca Alquran di Kompleks Makam Imam Reza di Masshad, Iran.

 

4 dari 5 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

5 dari 5 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini: