Sukses

Cek Fakta: Tidak Benar Jalan Tol Layang Jakarta- Cikampek Ganti Nama Akibat Dijual ke UEA

Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan terkait jalan Tol Layang Jakarta - Cikampek (japek) dijual. Postingan ini ramai dibagikan sejak pekan lalu.

Salah satu yang mengunggahnya adalah akun bernama Yanto To. Dia mengunggahnya di Facebook pada 12 April 2021.

Dalam postingannya terdapat narasi:

"Tol japek ganti nama Sheikh Mohammed bin Zayed.? alias di jual"

Lalu benarkah postingan yang mengklaim jalan Tol Layang Japek dijual setelah berganti nama?

#IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 5 halaman

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan artikel berjudul "Putra Mahkota Jadi Nama Jalan Tol, UEA Janji Tambah Investasi di Indonesia" yang tayang di Liputan6.com pada 12 April 2021.

Dalam artikel tersebut terdapat penjelasan dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno. Dia menyebut alasan penggantian nama menjadi tol MBZ Sheikh Mohammed Bin Zayed bukan karena dijual.

Pratikno menceritakan, hubungan diplomatik Indonesia-UEA telah berjalan lama sejak 1976. Ke depannya, pemerintah ingin terus memperpanjang hubungan bilateral ini, utamanya dalam hal penarikan investasi.

"Investasi dari Uni Emirat Arab merupakan salah satu investasi terbesar, baik untuk infrastruktur dan dalam volume besar pada Indonesia Investment Authority," kata Pratikno saat acara peresmian di Tol Layang Japek, Senin (12/4/2021).

Selain itu, dia mentampaikan, penamaan Tol MBZ Sheikh Mohammed Bin Zayed ini merupakan misi balas budi kepada Pemerintah UEA yang telah mencantumkan nama Presiden Jokowi pada salah satu jalan strategisnya.

"Sebelumnya, nama jalan Presiden Joko Widodo juga telah dicanangkan di abu Dhabi. Di jalan utama strategis Abu Dhabi Exhibition Center ke arah Kedutaan Besar Republik Indonesia. Ini penghormatan pada bangsa Indonesia dari UEA, khususnya oleh Sheikh Mohammed Bin Zayed," paparnya.

"Itulah latar belakang penamaan ini. Mulai pagi ini, saya dan Menteri PUPR atas nama Presiden Jokowi secara resmi merubah nama Tol Japek Layang menjadi Tol MBX Sheikh Mohammed Bin Zayed," pungkas Pratikno.

Selain itu ada juga artikel berjudul "Berubah Nama, Tol Layang Jakarta-Cikampek Jadi Milik Pangeran Abu Dhabi?" yang tayang di Liputan6.com pada 12 April 2021.

Di sana terdapat penjelasan dari Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Danang Parikesit.

Ia menyatakan, penamaan baru Jalan Layang MBZ Sheikh Mohamed bin Zayed tidak ada hubungannya dengan kepemilikan saham Tol Japek II Elevated, murni sebatas pemberian label kepada jalannya saja.

"Kalau ada rencana mereka (Jasa Marga) untuk melakukan pengalihan, penambahan, pengurangan saham, penjualan, itu secara regulasi enggak pernah kita atur. Tapi soal kepemilikan (Tol Layang Japek) tidak ada perubahan," jelasnya kepada Liputan6.com, Senin (12/4/2021).

Kendati demikian, BPJT berharap penamaan baru jalan tol ini dapat memancing ketertarikan investor asing, khususnya dari Timur Tengah untuk berinvestasi pada proyek jalan tol di Indonesia.

"Tapi kalau dari kami, dari BPJT sebenarnya sangat mengharapkan itu. Soalnya investor Timur Tengah belum ada yang masuk ke Indonesia. Saya kira mudah-mudahan kita bisa jadi pembuka jalan bagi masuknya Timur Tengah ke Indonesia," kata Danang.

Sumber:

https://www.liputan6.com/bisnis/read/4529685/putra-mahkota-jadi-nama-jalan-tol-uea-janji-tambah-investasi-di-indonesia

https://www.liputan6.com/bisnis/read/4529822/berubah-nama-tol-layang-jakarta-cikampek-jadi-milik-pangeran-abu-dhabi

3 dari 5 halaman

Kesimpulan

Postingan yang mengklaim Tol Layang Japek dijual setelah berganti nama menjadi Jalan Layang MBZ Sheikh Mohamed bin Zayed adalah tidak benar.

4 dari 5 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

5 dari 5 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini