Sukses

Deretan Hoaks Ini Keluar Konteks Aslinya: Perkataan Bill Gates hingga Video Vaksin

Liputan6.com, Jakarta - Hoaks tersebar di media sosial semakin meresahkan masyarakat. Bahkan, ada hoaks yang dibuat keluar dari konteks aslinya.

Berikut Cek Fakta Liputan6.com merangkum beberapa hoaks yang dibuat keluar dari konteks aslinya.

1. Klaim Perkataan Bill Gates soal Vaksin Covid-19

Pengguna sosial media membagikan klaim yang disebut-sebut pernyataan dari Bill Gates, pendiri Microsoft. Disebutkan kalau Bill Gates mengatakan, akan ada banyak orang yang meninggal akibat vaksin covid-19 yang saat ini sedang dilakukan pemerintah dunia untuk memerangi pandemi.

Salah satu pengguna Facebook yang membagikan klaim ini adalah Pieter Klaggen Engelbrecht. Disebutkan dalam klaim, Bill Gates mengatakan ada 700 ribu orang yang bakal meninggal dunia karena vaksin covid-19.

Begini narasinya:

"Bill Gates akui: 700.000 orang akan dirugikan atau dibunuh oleh vaksin virus corona.

Ketika terburu-buru mengembangkan satu, dua, atau bahkan tujuh vaksin berbeda untuk virus corona covid-19, miliader Bill Gates secara terbuka mengakui ada lebih 700 ribu orang bisa cedera atau meninggal akibat hal ini."

Pieter Klaggen Engelbrecht juga memposting artikel yang ada di website Human Are Free berjudul: "Bill Gates Admits: 700,000 People Will Be Harmed Or Killed By Coronavirus Vaccines", yang dipublikasikan pada Mei 2020.

Baca soal hoaks tersebut melalui tautan ini.

 

 

2 dari 6 halaman

2. Klaim Astronot Lompat dari Pesawat Luar Angkasa

Pada Rabu (20/1/2021), netizen Indonesia ramai membicarakan sebuah video yang diklaim sebagai artronot Austria melompat dari pesawat luar angkasa.

Salah satu akun Facebook yang mengunggah klaim ini adalah Salwa Almira. Dia mengklaim kalau astronot Austria itu melompat dari ketinggian 128 ribu kaki.

Begini narasinya:

"Wowwww!!!!

Astronot Austria melompat dari ketinggian 128.000 kaki dari pesawat luar angkasa dan menempuh jarak 1.236 kilometer mencapai bumi dalam waktu 4 menit 5 detik. Dia melihat bumi berputar dengan jelas. Silahkan tonton videonya. Ini adalah rekaman BBC yang menarik dan menggetarkan."

Baca selengkapnya di sini.

 

 

3 dari 6 halaman

3. Klaim Foto Jenazah Korban Gempa Mamuju Dibungkus Daun Pisang

Cek Fakta Liputan6.com mendapati foto yang diklaim sejumlah jenazah korban gempa Mamuju dibungkus daun pisang karena tidak ada kain kafan.

Foto yang diklaim sejumlah jenazah korban gempa Mamuju dibungkus daun pisang karena tidak ada kain kafan diunggah akun Facebook Hanifa Kusumandari, pada 17 Januari 2021.

Foto tersebut berupa tangkapan layar sebuah percakapan melalui aplikasi, yang membagikan foto diduga lima jenazah sedang disalatkan. Foto tersebut diberi keterangan "Kain kafan tdk ada, pake daun pisang korban d mmuju".

Unggahan foto tangkapan layar tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"Innalillahi wa inna ilaihi rajiun..Beginilah kondisi sholat jenazah di tenda pengungsian di Mamuju..Ya Allah ..kain kafannya gk ada.."

Baca selengkapnya di sini.

 

4 dari 6 halaman

4. Klaim Video Korban Bergelimpangan Setelah Disuntik Vaksin Sinovac

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video korban bergelimpangan setelah disuntik vaksin Sinovac.

Video korban bergelimpangan setelah disuntik vaksin Sinovac diunggah akun Facebook Yasril Aril, pada 19 Januari 2021.

Unggahan tersebut berupa tautan video YouTube berjudul "BERITA TERBARU HARI INI ~ KOR.BAN BERGELIMPANGAN, RATUSAN WARGA TERKAPAR USAI DISUNTIK SINOVAC !!" yang diunggah akun YouTube CATATAN HITAM yang diunggah, pada pada 18 Januari 2021.

Video tersebut menampilkan seseorang yang terlihat tidak sadarkan diri sedang digendong dari sebuah mobil niaga.

Kemudian cuplikan berikutnya terlihat sejumlah orang sedang dalam perawatan dengan selang infus ditangannya.

Video tersebut dinarasikan sebagai berikut:

"Korban vaksin bergelimpangan ratusan warga terkapar.

Beredar video warga pingsan usai divaksin Covid-19"

Kemudian video tersebut dilanjutkan dengan wawancara pada seorang Anggota DPR Netty Prasetiyani.

Berikut transkrip wawancara tersebut:

"dan uji klinis belum selesai, kok tiba-tiba pemerintah memutuskan membeli vaksin jadi, vaksin jadi sinovac yang menurut referensi efektivitasnya belum teruji, kan begitu.

Nah, kemudian menurut ITAGI tadi pak menteri sampaikan tadi akan diberikan prioritas kepada tenaga kesehatan frontliners bagaimana mungkin sebuah vaksin yang belum teruji efektivitasnya,efekesinya kebermanfaatannya diberikan kepada frontliners yang hari ini untuk mencetak satu tenaga kesehatan baik dokter maupun perawat butuh waktu butuh proses yang panjang"

Kemudian muncul tayangan seorang yang terlihat tidak sadarkan diri dikeluarkan dari ambulans.

Tayangan berikutnya, muncul cuplikan dua orang yang sedang diwawancara oleh pembawa acara stasiun televisi.

Cuplikan video tersebut menampilkan seorang yang dipanggil Nidom menyebut vaksin menunjukkan motif ADE (Antibody-dependent-enchancement).

Baca selengkapnya di sini.

 

5 dari 6 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

6 dari 6 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini: