Sukses

Waspada Hoaks Covid-19 Jadi Alat Menurunkan Minat Pemilih Dalam Pilkada

Liputan6.com, Jakarta- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memitigasi hasutan untuk menurunkan partisipasi pemilih dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada), dengan menyebarkan hoaks virus corona baru (Covid-19)

Staf Khusus Menteri Dalam Negeri bidang Politik dan Media Kastorius Sinaga mengatakan, hoaks pandemi Covid-19 bisa dijadikan alat untuk saling menjatuhkan antar calon, sehingga bisa menurunankan minta pemilih calon pasangan tertentu. Sebab itu, dia pun meminta waspada terhadap penyebaran hoaks pandemi Covid-19 di tengah Pilkada.

"Harus diwaspadai hoaks terkait Covid-19 digunakan dalam upaya black campaign untuk saling menjahtukan antar lawan politik di kontestasi pilkada," kata Sinaga, dikutip, di Jakarta, Rabu (28/10/2020).

Penyebaran hoaks terkait Covid-19 kemungkinan terjadi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) atau wilayah yang menjadi incaran calon kepala daerah, pada saat pelaksanaan pemungutan suara.

"Penyebaran hoaks dengan menggunakan isu COVID-19 demi perebutan ataupun penggembosan suara bisa menjadi strategi black campaign yang ujungnya membuat tingkat partisipasi pemilik merosot,” ujarnya.

Menurutnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, kata Kastorius, sangat memikirkan kemungkinan serangan hoaks pandemi Covid-19 untuk mengganggu kelancaran Pilkada. Untuk mengantisipasinya, dia meminta kepada gubernur, bupati dan wali kota agar bersinergi dengan para pemangku kepentingan. Khususnya, katanya, Forkompimda menggandeng media lokal dalam upaya sosialisasi Pilkada Serentak 2020 dengan penerapan protokol kesehatan yang semakin kondusif.

“Setiap minggu kita memonitor pelanggaran dan kepatuhan protokol kesehatan di masa kampanye. Hasilnya sangat kondusif, dari 9.500 kampanye tatap muka, pelanggaran hanya sekitar 250 atau 2,5 persen, artinya, pilkada aman COVID-19 menunjukkan tren yang menggembirakan," tutp Kastorius.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 2 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.