Sukses

Cek Fakta: Hoaks 7 Pernyataan Ekstrem Menkes Terawan

Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto memberikan 7 pernyataan ekstrem beredar di media sosial. Kabar ini diunggah oleh akun facebook Anugerah Terindah pada 9 Januari 2020.

Akun ini mengunggah pernyataan Menkes Terawan Agus Putranto. Berikut narasinya:

"INI PERNYATAAN EKSTRIM MENTERI KESEHATAN : Letjen TNI (Purn)Dr. dr. Terawan Agus Putranto Sp. Rad ( K)

Di bawah ini patut menjadi renungan !

01. Masuk ke RS orangnya belum mati, diobati beberapa bulan kemudian mati, coba kamu pikirkan ini diobati hingga sembuh, atau diobati hingga mati ?

02. Diabetes :*Mula mula satu tanda plus, selama 10 tahun pengobatan berubah menjadi empat tanda pluscoba kamu katakan setelah pengobatan jadi ringan atau tambah berat, serta apakah masih bisa bertahan 10 tahun lagi ...

03. Dokter sendiri berdarah tinggi 10 tahun, dia sendiri tidak dapat mengobati dirinya, tapi bisa bisa buka resep untuk pasien darah tinggi.Dokter itu sendiri diabetes 5 tahun, asam urat 8 tahun, membuka resep mengobati pasien yg sakit 1-2 tahun

Apakah Ini Tidak Lucu ?

04. Gedung RS makin bangun makin besar, pasien sakit makin hari makin banyak, apabila dokter benar benar dapat menyembuhkan pasien, seharusnya pasien makin hari makin sedikit.

05. Penderita kanker di operasi, radioterapi, kemoterapi, setelah 2-3 bulan mati, bahkan bangkrut melarat.Andai tidak masuk RS malah bisa hidup 2 tahun, bahkan bisa lebih lama, apakah itu prestasi medis atau hal yg menyedihkan ?

06. Jadi seharusnya orang macam apa yang harus ke rumah sakit ?

Pertama ==> orang yang butuh pertolongan darurat

Kedua ==> orang yang butuh hemostasis darurat (menghentikan pendarahan).

Ketiga ==> orang yang patah tulang tangan / kaki

Keempat ==> ibu hamil yang akan melahirkan.

Bagi orang orang selain di atas, asal mengatur mentalitas hidup, berolahraga, ubah kebiasaan buruk, gizi seimbang, perawatan dengan herbal sudah cukup !

07. Kesimpulan :*

Manusia sudah kehilangan pola pikir logis

Sakit → Makan obatKe dokter → Masuk RSAkibatnya :*→Jual rumah→ Pinjam uang→ Diobati sampai mati

Inilah kesedihan pola pikir inersial manusia!Manusia demikian galau dan tersesat !

Ingat :‼Kunci sehat berada di tangan diri sendiri !

Engkau sesungguhnya tidak sakit, hanya punya kebiasaan ke dokter periksa penyakit.Jadi otaknya lah yang berpenyakit.

Mahatir Muhamad (usia ±92th ) mengatakan :*Saya akan menyarankan orang untuk tidak beristirahat ketika mereka menjadi tua karena jika anda beristirahat, anda akan segera menjadi sangat lemah dan tidak mampu, dan mungkin menjadi pikun.

Jadilah aktif setelah anda mencapai usia pensiun, kata Dr Mahathir (Perdana Menteri Malaysia)

Ini sama dengan otot ototmu, Jika anda tidak menggunakan otot dan berbaring sepanjang waktu, otot-otot bahkan tidak dapat membawa berat badan anda. Anda tidak bisa berdiri, anda tidak bisa berjalan.

Otak juga sama. Jika anda tidak menggunakan otak anda, anda tidak berpikir, anda tidak menyelesaikan masalah, anda tidak membaca, anda tidak menulis, otak mundur dan anda menjadi pikun. Jadi selalu aktiflah, tambahnya.

Jangan Pernah Merasa Sudah Tua,.. Tetaplah Muda dan Aktif.

Hadapi Hidup ini dengan semangat, jangan pernah berpikir menyerah dan ingat kekayaan yang kita punya tdk ada yg abadi.

SalamBahagia," tulis akun facebook Anugerah Terindah.

Konten yang diunggah akun facebook Anugerah Terindah telah 3 ribu kali dibagikan dan mendapat 12 komentar warganet.

 

2 dari 3 halaman

Penelusuran Fakta

Setelah ditelusuri, kabar tentang Menkes Terawan Agus Putranto yang menyampaikan 7 pernyataan ekstrem ternyata tidak benar.

Pernyataan Menkes yang diunggah oleh akun facebook Anugerah Terindah dimuat situs matranews.id dengan keterangan berbeda. Pernyataan itu dilaporkan sebagai ucapan mantan Menkes China, Zhang Wen Kang.

Menteri Kesehatan China: *Manusia sudah kehilangan pola pikir logis: Jika Sakit→ Makan obat→Ke dokter→*

Banyak yang menyebut, kutipan Menteri Kesehatan China (1993-2003) menarik dan bisa menjadi bahan renungan.

Beredar di WA group, pernyataan Zhang Wen Kang ekstrim, tapi mungkin benar juga.

*Engkau sesungguhnya tidak sakit, hanya punya kebiasaan ke dokter periksa penyakit…*Jadi otaknya lah yang berpenyakit.

*1、Masuk ke RS orangnya belum mati, diobati beberapa bulan kemudian mati,**coba kamu pikirkan ini diobati hingga sembuh, atau diobati hingga mati?*

KAYANYA BENAR!

*2、Diabetes : Mula-mula satu tanda plus, selama 10 tahun pengobatan berubah menjadi empat tanda plus,**coba kamu katakan setelah pengobatan jadi ringan atau tambah berat, serta apakah masih bisa bertahan 10 tahun lagi …*

Mesti ganti diet

*3. Dokter sendiri berdarah tinggi 10 tahun, dia sendiri tidak dapat mengobati dirinya, tapi bisa bisa buka resep untuk pasien darah tinggi.**Dokter itu sendiri diabetes 5 tahun, asam urat 8 tahun, membuka resep mengobati pasien yang sakit 1-2 tahun*

*Apakah tidak lucu?*

LUCU

*4、Gedung RS makin bangun makin besar, pasien sakit makin hari makin banyak, apabila dokter benar-benar dapat menyembuhkan pasien, seharusnya pasien makin hari makin sedikit.*

GABENER, penduduk tambah banyak

*5、Penderita kanker dioperasi, radioterapi, kemoterapi, setelah 2-3 bulan mati, bahkan bangkrut melarat.**Andai tidak masuk RS malah bisa hidup 2 tahun, bahkan bisa lebih lama, apakah itu prestasi medis atau hal yg menyedihkan ?*

Sedih

*6. Jadi seharusnya orang macam apa yang harus ke rumah sakit ?*

*Pertama orang yang butuh pertolongan darurat,*

*Kedua orang yang butuh hemostasis darurat ( menghentikan pendarahan ),*

*Ketiga orang yang patah tulang tangan / kaki*

*Keempat ibu hamil yang akan melahirkan.*

*Bagi orang-orang selain di atas, asal mengatur mentalitas hidup, berolahraga,ubah kebiasaan buruk, gizi seimbang, perawatan dengan herbal sudah cukup!*

*7、Kesimpulan 😗

*Manusia sudah kehilangan pola pikir logis 😗

*Sakit→ Makan obat→Ke dokter→*

*Masuk RS Pertolongan darurat**→Jual rumah**→ Pinjam uang**→ Diobati sampai mati!*

*Inilah kesedihan pola pikir inersial manusia!Manusia demikian galau dan tersesat !*

_*Ingat : Kunci sehat panjang umur berada di tangan sendiri!*_

*Engkau sesungguhnya tidak sakit, hanya punya kebiasaan ke dokter periksa penyakit…*

*Jadi otaknya lah yang berpenyakit.*

Informasi lainnya yang membantah kabar tersebut, dikutip dari situs Kementerian Komunikasi dan Informatika, kominfo.go.id dengan judul artikel "[DISINFORMASI] Tujuh Pernyataan Ekstrem Pak Menkes".

Sebuah akun di media sosial Facebook yang membagikan tulisan panjang dengan judul "INI PERNYATAAN EKSTRIM PAK MENKES". Tulisan berisi tujuh renungan yang dikesankan sebagai pernyataan dari Menteri Kesehatan Indonesia.

Dilansir dariMedcom.id, diketahui tulisan serupa pernah muncul di media sosial Facebook sejak tahun 2018 dengan judul "Ucapan menteri kesehatan China, Zhang Wen Kang dibawah ini patut menjadi renungan". Disisi lain, dalam tulisan yang beredar disebut “Pak Menkes” sementara dalam 15 tahun terakhir, menkes RI definitif dijabat dari kalangan wanita. Baru pada Oktober 2019, menkes dijabat oleh seorang pria.

 

3 dari 3 halaman

Kesimpulan

Kabar yang disebarkan oleh akun facebook Anugerah Terindah ternyata bukan pernyataan Menkes Terawan Agus Putranto.

Narasi yang disampaikan akun facebook Anugerah Terindah tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.

Data: Eka M

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Loading
Artikel Selanjutnya
Cek Fakta: Foto Jenazah Ditolak Bumi, Azab karena Tak Melunasi Utang? Ini Faktanya
Artikel Selanjutnya
Cek Fakta: Viral Video Pengemasan Masker Solida Tidak Higienis, Benarkah?