Sukses

[Cek Fakta] Hoaks Cerita Warga Palestina Tak Tembus Ditembak Peluru Saat Salat

Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang seorang warga Palestina yang terkena tembakan, viral di media sosial. Kabar ini beredar dalam sebuah foto yang memperlihatkan seorang pria yang kepalanya menempel sebuah peluru. Pria tersebut disebut-sebut sebagai syekh Palestina.

Cerita yang beredar di media sosial, si syekh tersebut tengah salat di Masjid Al-Aqsa kemudian ditembak oleh tentara Israel.

Namun, peluru dari tentara Israel itu tidak menembus kepala si syekh. Peluru tersebut hanya menempel di kepala orang tersebut.

Gambar ini kemudian diunggah oleh akun facebook Topik Kesehatan pada 10 Agustus 2019 lalu. Ia menambahkan sebuah narasi dalam konten yang diunggahnya.

"Kuasa allahh .. seorang syekh palestina yang sedang ibadah di masjidil aqsa ditembak oleh zionis israel ..dengan kuasa allah peluru sniper zionis yang sebesar jempol tidak bisa menembus kepala syekh ..," tulis akun facebook Topik Kesehatan.

Konten yang diunggah akun facebook Topik Kesehatan telah 1.800 kali dibagikan dan mendapat 341 komentar warganet.

 

2 dari 4 halaman

Penelusuran Fakta

Setelah ditelusuri, kabar tentang seorang syekh atau warga Palestina yang ditembak saat salat di Masjid Al-Aqsa ternyata tidak benar.

Fakta ini dikutip dari situs alarabiya.net dengan judul artikel "بالصور.. حكاية الفلوجي الذي فشل الرصاص باختراق رأسه".

تبادل نشطاء عبر مواقع التواصل الاجتماعي صورة لرجل من مدينة الفلوجة في نهاية عقده الرابع، يظهر في مستشفى الفلوجة العام مبتسماً ورصاصة مغروسة في رأسه بشكل واضح، مما أثار جدلاً واسعاً بين العراقيين.

وعلق بعض المتصفحين على الصورة بأنها "مركّبة" عبر برنامج "الفوتوشوب"، لكن "العربية.نت"، استطاعت الوصول لصاحب الصورة، وهو المواطن العراقي الشيخ محمد عبيد الراوي.

وبدوره، قال الراوي خلال اتصال هاتفي إن الصورة حقيقية، حيث كان يقصد جامع الحاج نزال في حي نزال وسط الفلوجة لأداء صلاة العشاء، لكن خلال مروره في الشارع، حدثت اشتباكات بين ثوار العشائر وقوات المالكي.

وأضاف "وما هي إلا لحظات حتى تعرضت مركبتي لوابل من الرصاص من قبل قوات المالكي، ورغم ذلك واصلت طريقي هرباً من الاشتباكات، ولم أشعر حينها بألم في رأسي وبأن رصاصة مغروسة فيه، إلا بعد التوقف، فقمت على الفور بالتوجه إلى مستشفى الفلوجة لانتزاع الرصاصة.

وأكد الشيخ الراوي أن الفلوجة تتعرض إلى حرب إبادة وعقاب جماعي، مبيناً أن أهل الفلوجة معروف عنهم الشجاعة والكرم، وأن استهدافهم بهذه الطريقة الممنهجة هو استهداف لطيبة العراقيين.

يذكر أن الحصيلة النهائية لاستهداف مدينة الفلوجة منذ اندلاع الحراك المناهض للمالكي هو 665 قتيلا و2316 جريحا، كما تم استهداف المستشفى الوحيد في المدينة 24 مرة.

Dalam artikel tersebut, dijelaskan bahwa sebuah peluru memang menempel di kepala seorang kepala. Pria tersebut adalah Sheikh Mohammed Obeid al-Rawi, warga Fallujah, Irak.

Fakta lainnya bisa dikutip dari situs omglmaowtf.com dengan judul artikel "Man Gets a 12.7mm Russian Bullet Lodged in His Head, But it Fails to Penetrate His Skull".

A story on an Arabic web site shows this lucky man from Fallujah who survived a shot to the head. The bullet somehow failed to penetrate his skull.

I'd Be Smiling Too If I Survived a Gunshot to the Head.

These photos are reportedly sparking a ton of social media interest among Iraqis. The man is pictured at the Fallujah General Hospital.

Although the bullet looks a lot like a .50 caliber, it is actually a Russian 12.7 mm. It must have been deflected numerous times before reaching this destination.

As clashes continue to grow between rebel forces and al-Maliki, innocent people simply praying are getting hit by stray shots.

At least Sheikh Mohammed Obaid Al-Rawi was fuck’n lucky enough to survive, for now.

 

3 dari 4 halaman

Kesimpulan

Pria yang terkena peluru di kepala, ternyata bukan warga Palestina. Peluru tersebut bukan berasal dari tentara Israel.

Peristiwa penembakan itu dialami pria bernama Sheikh Mohammed Obaid Al-Rawi. Insiden itu terjadi di kota Fallujah, Irak bukan di Masjid Al Aqsa, Palestina. Narasi yang disampaikan oleh akun facebook Topik Kesehatan tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.

4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama 49 media massa lainnya di seluruh dunia.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi hoax yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoax yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Loading
Artikel Selanjutnya
[Cek Fakta] Misteri Dr Guruprasad di Balik Klaim Lemon Bisa Sembuhkan Kanker
Artikel Selanjutnya
[Cek Fakta] Penjelasan di Balik Video Viral Kubah Masjid Terbang di Nepal