Panggung Perdana Messi Bertemu Lamine Yamal

Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina jadi pertemuan pertama Messi dan Lamine Yamal. Sports Illustrated menyebutnya momen "penobatan".

Diterbitkan 16 Juli 2026, 22:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Banyak penggemar kemudian menyebut pertemuan tersebut sebagai semacam "pembaptisan sepak bola," seolah meramalkan mahkota yang kelak diletakkan Messi di atas kepala Yamal. Hampir 20 tahun berlalu, panggung terbesar kini mempertemukan keduanya.

Jejak Barcelona: Dari Era Messi ke Lamine Yamal

Barcelona menjadi rumah tempat Messi mengukir namanya sejak usia 13 tahun. Ia menjalani 17 musim di Camp Nou, kerap beroperasi dari sayap kanan, termasuk pada era ikonik "MSN" bersama Neymar Jr dan Luis Suarez.

Dalam periode itu, Messi merebut 10 gelar La Liga dan empat trofi Liga Champions. Tujuh dari delapan Ballon d'Or miliknya diraih saat berkostum Barcelona.

Messi hengkang pada 2021. Tak sampai dua tahun kemudian, muncul andalan baru Blaugrana: Lamine Yamal, winger kanan berkaki kidal yang ditempa di akademi Barcelona sejak usia 7 tahun.

Yamal menjalani debut tim utama pada April 2023 dalam usia 15 tahun melawan Real Betis, menjadikannya pemain termuda yang pernah tampil untuk Blaugrana.

Musim panas lalu, tepat setelah ulang tahunnya yang ke-18, ia resmi menerima jersey nomor 10 Barcelona. Dengan nomor ikonik itu, Yamal mencetak 16 gol liga musim lalu, disertai 11 assist di La Liga, dan membantu Barcelona menjuarai Liga Spanyol untuk kedua kalinya secara beruntun.

Menuju Final: Performa Di Piala Dunia 2026

"Dari satu GOAT ke GOAT selanjutnya, laga ini akan menandakan keberlanjutan mutlak dari permainan indah ini melalui pertandingan tertingginya. Ini terasa puitis. Seperti lingkaran yang sempurna, penyerahan tongkat estafet dari pemain terbaik sepanjang masa kepada sosok yang berpotensi jadi penerusnya," lanjut ulasan tersebut.

Yamal saat ini masih memulihkan cedera hamstring yang dideritanya pada April 2026, sehingga belum mencapai potensi penuh di musim panas ini. Meski begitu, ia berada di jalur tepat untuk membangun identitasnya sendiri.

Baru mencetak satu gol pada debutnya di Piala Dunia, Yamal tetap menjadi faktor penting dalam laju Spanyol menuju final. Ia konsisten mengancam dari sisi sayap hingga membuat pertahanan lawan memberikan penjagaan berlebih.

Terbaru, pergerakannya dengan bola berbuah penalti yang membuka keunggulan Spanyol atas Prancis di semifinal. Laga tersebut berakhir 2-0.

Di sisi lain, Messi mengoleksi delapan gol dan empat assist pada musim panas ini. Berbeda dengan Yamal, Messi baru mencicipi final Piala Dunia pertamanya pada usia 27 tahun, yakni Piala Dunia 2014 di Brasil.

"Ada generasi baru pesepak bola yang sangat bagus dan memiliki masa depan bertahun-tahun di depan mereka, tetapi jika saya harus memilih satu karena faktor usia, atas apa yang telah dia lakukan sejauh ini dan untuk masa depan yang mungkin dimilikinya, dia adalah Lamine," kata Messi, Mei lalu.

Saat sang legenda sepak bola melakukan apa yang kemungkinan menjadi salam perpisahan terakhirnya di Piala Dunia pada final nanti, Yamal akhirnya akan memiliki kesempatan untuk berdiri sendiri, sebagai "raja sepak bola" yang baru.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Radifa Arsa, Aning Jati, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan