Lamine Yamal Sesumbar Jelang Semifinal Piala Dunia 2026: Prancis Seharusnya Takut pada Spanyol

Bintang muda Spanyol Lamine Yamal penuh percaya diri jelang semifinal Piala Dunia 2026 melawan Prancis, menegaskan Prancis seharusnya takut pada timnya.

OlehThomas
Diterbitkan 14 Juli 2026, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Yamal juga menegaskan bahwa tidak ada tim yang mustahil untuk dikalahkan. "Tidak ada tim yang mustahil dikalahkan. Prancis tidak lebih baik dari kami," tambahnya. Ia memperkirakan Prancis akan mencoba menekan Spanyol, namun meragukan kemampuan mereka untuk mempertahankan intensitas tersebut sepanjang pertandingan. "Saya tidak berpikir ada tim yang bisa bermain satu lawan satu dengan kami di seluruh lapangan," jelasnya.

Yamal menekankan bahwa Spanyol akan tetap bermain sesuai gaya khas mereka, yaitu dengan menguasai bola. "Kami akan bermain dengan cara yang kami tahu, dan kami akan mencoba untuk menjaga penguasaan bola," ujarnya. Ia menambahkan, "Kami akan bermain dengan gaya kami sendiri dan dengan keberanian".

Ambisi Pribadi dan Respons dari Kubu Prancis

Lamine Yamal mengungkapkan ambisi pribadinya untuk meraih gelar Piala Dunia tahun ini. "Saya pikir saya akan memenangkan Piala Dunia tahun ini," katanya dengan optimis. Ia melihat kemenangan dan mencapai final sebagai hadiah ulang tahun terbaik baginya. Mengenai tekanan menjelang pertandingan krusial ini, Yamal mengaku tidak merasakannya. "Tidak ada tekanan. Saya bermain sesuai kemampuan saya, dan saya tidak akan pernah bermain lebih baik atau lebih buruk dari yang saya tahu," ungkapnya. Ia percaya bahwa ketika seseorang memberikan yang terbaik, tekanan tidak akan terasa.

Komentar Yamal memicu reaksi dari para pemain Prancis. Bek Ibrahima Konate menyatakan bahwa timnya tidak akan terpengaruh oleh provokasi tersebut. "Apakah Prancis takut dengan Spanyol? Tidak. Sejujurnya, kami tidak memperhatikan apapun yang dikatakan jelang pertandingan. Kami tidak perlu takut dengan siapa pun," tegas Konate, Senin (13/7/2026).

Sementara itu, rekan setim Yamal di Barcelona, Jules Kounde, memahami karakter Yamal dan tidak menganggap komentarnya sebagai bentuk penghinaan. Menurut Kounde, ucapan Yamal lebih mencerminkan rasa percaya diri dan motivasi tambahan baginya, bukan sikap meremehkan lawan. "Tidak pernah sekalipun kami merasa Lamine tidak menghormati kami. Saya mengenalnya dengan sangat baik dan saya tahu itu hanyalah bentuk kepercayaan diri sekaligus motivasi tambahan baginya," ujar Kounde, Selasa (14/7/2026).

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan