Oceanman Bali 2026 Resmi Dimulai, Ratusan Perenang Hadapi Tantangan Laut Terbuka

Oceanman Bali 2026 diikuti peserta luar negeri terbanyak sepanjang sejarah penyelenggaraan di Indonesia.

OlehThomas
Diterbitkan 20 Juni 2026, 21:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ajang renang perairan terbuka bertaraf internasional, Oceanman Bali 2026, resmi dimulai di Pantai Kedonganan, Bali, pada Sabtu (20/6/2026). Kompetisi yang menjadi bagian dari rangkaian Oceanman World Series ini menghadirkan lebih dari 900 peserta dari 27 negara, sekaligus mencatatkan rekor sebagai penyelenggaraan Oceanman Indonesia dengan jumlah peserta internasional terbesar.

Pada hari kedua pelaksanaan, para peserta mengikuti sejumlah kategori perlombaan, mulai dari Oceanfins 2 kilometer (km), Oceankids 500 meter (m), hingga Oceanteams 3x500 m. Sejak pagi, kawasan Pantai Kedonganan dipadati atlet, keluarga peserta, komunitas olahraga, hingga wisatawan yang turut menyaksikan jalannya perlombaan.

Tahun ini, peserta datang dari berbagai negara seperti Indonesia, Singapura, Malaysia, Vietnam, Filipina, Australia, India, Jepang, Thailand, Amerika Serikat, Inggris, Italia, Korea Selatan, hingga Uni Emirat Arab. Kehadiran peserta dari berbagai belahan dunia memperkuat posisi Oceanman Bali sebagai salah satu ajang renang laut terbuka paling bergengsi di kawasan Asia.

Berbeda dengan kompetisi renang di kolam, open water swimming menghadirkan tantangan yang lebih kompleks. Para peserta harus beradaptasi dengan kondisi alam yang dinamis, mulai dari arus laut, ombak, hingga perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Salah satu peserta asal Surabaya, Aqila, mengaku menikmati tantangan yang disuguhkan perairan Pantai Kedonganan.

"Ombaknya cukup besar, tetapi justru itu yang membuat pengalaman ini sangat seru dan menantang. Saya menikmati setiap momennya karena tidak hanya menguji kemampuan fisik, tetapi juga mental," ujarnya.

Menurutnya, pengalaman berenang di laut terbuka memberikan sensasi berbeda dibandingkan kompetisi renang pada umumnya karena membutuhkan strategi dan kemampuan adaptasi yang lebih tinggi.

Keselamatan Peserta Jadi Prioritas

Mengelola ratusan peserta di laut terbuka menjadi tantangan tersendiri bagi penyelenggara. Untuk memastikan kompetisi berjalan aman dan lancar, panitia menerapkan sistem pengamanan yang melibatkan berbagai unsur pendukung.

Co-Founder Oceanman Indonesia, Felix Sutanto dan Albert Sutanto, mengatakan pihaknya telah menyiapkan tim medis, lifeguard, rescue team, serta sistem pemantauan cuaca dan kondisi perairan secara berkelanjutan.

"Mengelola lebih dari 900 peserta di laut terbuka sangat memerlukan kesiapan dan koordinasi yang maksimal. Kami menerapkan sistem keselamatan dengan melibatkan tim medis, lifeguard, rescue team, serta pemantauan kondisi cuaca dan perairan secara berkelanjutan," ujar Felix dan Albert.

Mereka menambahkan, kondisi laut selama perlombaan berlangsung relatif kondusif sehingga peserta dapat mengikuti lomba dengan aman dan nyaman.

Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Sport Tourism

Oceanman Bali 2026 akan berlanjut hingga Minggu (21/6/2026) dengan mempertandingkan tiga kategori utama, yakni Ocean Sprint 2 km, Half Oceanman 5 km, dan Oceanman 10 km. Ketiga nomor tersebut menjadi puncak kompetisi yang akan mempertemukan para perenang untuk menaklukkan lintasan laut lepas di perairan Pantai Kedonganan.

Menjelang perlombaan utama, para peserta mengikuti sesi sunset party sebagai bagian dari rangkaian acara. Kegiatan tersebut menjadi ajang untuk beristirahat, memenuhi kebutuhan energi, sekaligus membangun interaksi dengan peserta lain dari berbagai negara sebelum kembali turun ke lintasan keesokan harinya.

Oceanman Bali 2026 mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi Bali, Dinas Pariwisata Bali, Pemerintah Kabupaten Badung, Kelurahan Kedonganan, Desa Adat Kedonganan, hingga Badan Pengelola Kawasan Pariwisata Pesisir Kedonganan.

Penyelenggara menilai kehadiran Oceanman tidak hanya menghadirkan kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi sarana promosi pariwisata Indonesia di mata dunia. Melalui perhelatan ini, Bali kembali memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism kelas dunia yang mampu menggabungkan olahraga, budaya, dan pariwisata dalam satu ajang berstandar internasional.

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan