Piala Dunia 2026 Terapkan Drinks Break, Mengapa FIFA Dikritik?

Piala Dunia 2026 akan menerapkan drinks break di semua pertandingan. Kebijakan FIFA ini menuai kritik karena dianggap punya alasan komersial.

Diterbitkan 09 Juni 2026, 14:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
>Keputusan tersebut membuat banyak pengamat menilai terdapat kepentingan bisnis di balik kebijakan baru itu. FIFA tetap mempertahankan pendiriannya dengan alasan keseragaman aturan di seluruh pertandingan Piala Dunia 2026.

Seperti Apa Pelaksanaan Drinks Break?

Wasit akan menghentikan pertandingan pada menit ke-22 setiap babak untuk memberi kesempatan pemain melakukan rehidrasi. Jeda tersebut berlangsung selama tiga menit sebelum permainan kembali dilanjutkan.

Jika terjadi cedera atau penghentian pertandingan mendekati menit ke-20 atau ke-21, wasit dapat memajukan waktu drinks break. Fleksibilitas itu diberikan agar pertandingan tidak mengalami terlalu banyak penghentian.

Selain untuk minum, jeda tersebut diperkirakan akan dimanfaatkan pelatih untuk memberikan instruksi taktik tambahan kepada pemain. Di sisi lain, penyiar televisi mendapat opsi menampilkan iklan melalui layar terbagi atau jeda penuh sesuai ketentuan yang telah ditetapkan FIFA.

Dengan kebijakan baru ini, drinks break dipastikan menjadi salah satu elemen yang paling banyak diperbincangkan sepanjang Piala Dunia 2026. Dampaknya tidak hanya berkaitan dengan kesehatan pemain, tetapi juga menyentuh aspek komersial dan ritme pertandingan.

Sumber: ESPN

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan