Liverpool Pernah Salah Besar, Ini 8 Transfer Terburuk Sepanjang Sejarah

Liverpool dikenal aktif merekrut pemain demi memperkuat tim. Namun, sejumlah rekrutan justru tidak mampu memenuhi harapan besar klub.

Diterbitkan 24 April 2026, 11:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Carroll akhirnya dilepas ke West Ham United setelah 18 bulan. Transfer mahal ini pun tidak memberikan hasil yang diharapkan.

4. El Hadji Diouf

El Hadji Diouf direkrut dari Lens seharga 15 juta euro pada 2002. Ia tampil impresif bersama Senegal di Piala Dunia sebelum pindah ke Liverpool.

Awalnya, Diouf menunjukkan potensi yang menjanjikan. Namun, performanya tidak konsisten sepanjang musim.

Masalah di luar lapangan turut memperburuk situasinya. Insiden kontroversial membuat reputasinya semakin menurun.

Kontribusi golnya juga sangat minim sebagai penyerang. Ia kemudian dikenang sebagai salah satu transfer yang mengecewakan.

5. Loris Karius

Loris Karius didatangkan dari Mainz dengan biaya 6,2 juta euro pada 2016. Ia sempat dianggap sebagai salah satu kiper terbaik di Bundesliga.

Awalnya, Karius menunjukkan potensi besar sebagai penjaga gawang utama. Namun, performanya tidak stabil di bawah tekanan.

Puncak kegagalannya terjadi di final Liga Champions 2018. Kesalahan fatalnya membuat Liverpool kehilangan gelar.

Setelah insiden tersebut, kariernya di Liverpool praktis berakhir. Ia tidak pernah lagi tampil untuk klub.

6. Robbie Keane

Robbie Keane direkrut dari Tottenham dengan biaya 24 juta euro pada 2008. Ia datang dengan status sebagai penggemar Liverpool sejak kecil.

Ekspektasi terhadapnya cukup tinggi sebagai penyerang berpengalaman. Namun, ia kesulitan beradaptasi dengan sistem tim.

Meski sempat mencetak beberapa gol penting, performanya tidak konsisten. Klub akhirnya memutuskan untuk melepasnya kembali.

Keane dijual kembali ke Tottenham hanya enam bulan setelah bergabung. Transfer ini pun berujung kerugian finansial.

7. Naby Keita

Naby Keita didatangkan dari RB Leipzig dengan biaya 60 juta euro. Ia diharapkan menjadi motor baru di lini tengah Liverpool.

Keita memiliki kualitas teknik yang baik dan visi permainan yang menjanjikan. Namun, cedera sering menghambat kontribusinya.

Ia kesulitan mendapatkan kepercayaan penuh dari pelatih. Persaingan di lini tengah juga membuatnya jarang tampil konsisten.

Keita akhirnya meninggalkan klub secara gratis setelah kontraknya habis. Transfer mahal ini tidak memberikan nilai sepadan.

8. Darwin Nunez

Darwin Nunez direkrut dari Benfica dengan biaya hingga 85 juta euro pada 2022. Ia menjadi salah satu pembelian termahal dalam sejarah klub.

Nunez dikenal memiliki kecepatan dan energi tinggi di lini depan. Namun, penyelesaian akhirnya sering tidak konsisten.

Ia sempat menjadi favorit fans karena kerja kerasnya. Meski begitu, kontribusi golnya tidak sesuai ekspektasi harga.

Liverpool akhirnya menjualnya ke Al Hilal seharga 53 juta euro pada 2025. Transfer ini menjadi contoh lain investasi besar yang tidak optimal.   

Sumber: Football Transfers

Persaingan Sengit di Liga Inggris

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Aga Deta AndityaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan