Profil Timnas Belanda di Piala Dunia 2026: Tak Diunggulkan, tapi Siap Mengejutkan

Profil lengkap Timnas Belanda di Piala Dunia 2026, mulai dari skuad, kekuatan, jadwal, hingga peluang juara Oranje.

Diterbitkan 17 April 2026, 23:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Belanda memastikan diri tampil di Piala Dunia 2026 dengan penuh keyakinan. Pelatih Ronald Koeman kini fokus meracik komposisi terbaik untuk menghadapi turnamen besar tersebut.

Ambisi besar kembali diusung oleh skuad Oranje dalam upaya meraih gelar juara dunia pertama mereka. Meski pernah tiga kali mencapai final, trofi tertinggi itu masih belum pernah berhasil mereka genggam.

Performa impresif ditunjukkan Belanda sepanjang babak kualifikasi yang mereka lalui tanpa satu pun kekalahan. Dari delapan laga, hanya Polandia yang mampu menahan mereka dengan dua hasil imbang.

Kokohnya lini pertahanan menjadi salah satu senjata utama tim ini dengan hadirnya nama-nama seperti Virgil van Dijk, Micky van de Ven, Jeremie Frimpong, dan Jurrien Timber. Namun, absennya Timber akibat cedera menjadi sedikit kerugian bagi kedalaman skuad.

Di sektor tengah, keseimbangan permainan terlihat lewat perpaduan talenta muda dan energi yang dimiliki Xavi Simons, Tijjani Reijnders, serta Ryan Gravenberch. Ketiganya mampu menghadirkan kreativitas sekaligus dinamika permainan yang sulit diprediksi lawan.

Sementara itu, lini serang masih menyisakan sedikit tanda tanya meski tetap memiliki sosok kunci. Memphis Depay tetap jadi tumpuan utama setelah mencatatkan diri sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa bagi negaranya.

Jalan Belanda Menuju Piala Dunia 2026

Timnas Belanda menunjukkan performa luar biasa sepanjang babak kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan menguasai Grup G tanpa sekali pun menelan kekalahan. Mereka tampil konsisten sejak laga pertama hingga terakhir, menegaskan kualitas sebagai tim papan atas.

Dari delapan pertandingan yang dimainkan, Belanda sukses meraih enam kemenangan dan dua hasil imbang. Koleksi 20 poin mereka diperkuat dengan selisih gol +23 yang mencerminkan produktivitas tinggi di lini serang.

Di bawah Belanda, Polandia juga tampil cukup meyakinkan dengan mengumpulkan 17 poin. Mereka mencatatkan lima kemenangan, dua hasil imbang, dan hanya sekali mengalami kekalahan sepanjang fase ini.

Sementara itu, Finlandia harus puas menempati posisi ketiga setelah mengoleksi 10 poin. Hasil tersebut membuat mereka tertinggal cukup jauh dari dua tim teratas dalam perebutan posisi aman.

Adapun Malta dan Lithuania tidak mampu memberikan perlawanan berarti di grup ini. Keduanya harus menerima kenyataan finis di papan bawah setelah gagal bersaing dengan tim-tim yang lebih kuat.

Daftar Skuad Sementara Belanda

Kiper: Bart Verbruggen, Mark Flekken, Justin Bijlow

Bek: Virgil van Dijk, Stefan de Vrij, Denzel Dumfries, Nathan Aké, Micky van de Ven, Jeremie Frimpong, Jan Paul van Hecke, Jorrel Hato

Gelandang: Xavi Simons, Tijjani Reijnders, Teun Koopmeiners, Ryan Gravenberch, Jerdy Schouten, Quinten Timber, Luciano Valente, Kees Smit

Penyerang: Memphis Depay, Wout Weghorst, Donyell Malen, Cody Gakpo, Noa Lang, Brian Brobbey

Juru Taktik Belanda: Ronald Koeman

Sang peracik di balik kebangkitan Timnas Belanda, Ronald Koeman, bukanlah sosok baru dalam dunia sepak bola negaranya. Mantan bek produktif itu dikenal sebagai legenda dengan torehan lebih dari 250 gol sepanjang karier profesionalnya.

Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen besar kedua bagi Koeman bersama timnas, setelah sebelumnya gagal membawa Belanda lolos ke Euro 2016 dan Piala Dunia 2018. Kini, kesempatan terbuka lebar baginya untuk membuktikan kapasitas sebagai pelatih di panggung tertinggi.

Menjelang turnamen, Koeman menunjukkan rasa percaya diri yang tinggi terhadap kekuatan skuadnya. Ia bahkan menilai tidak ada tim yang secara jelas berada di atas level tim yang ia tangani saat ini.

Pernyataan tersebut ia sampaikan setelah Belanda memastikan tiket ke Piala Dunia lewat kemenangan telak 4-0 atas Lithuania di laga kualifikasi. “Saya tidak melihat banyak negara yang jelas lebih baik dari kami. Kami sudah membuktikannya dua kali melawan Spanyol musim semi ini,” ujar Koeman.

Bintang Andalan: Virgil van Dijk

Di dalam skuad, sosok paling krusial tetap Virgil van Dijk. Bek tengah sekaligus kapten ini menjadi pilar utama yang menopang kokohnya lini pertahanan Belanda.

Meski performanya di level klub sempat menuai sorotan, Van Dijk masih dipandang sebagai salah satu bek terbaik dunia saat ini. Kehadirannya akan sangat menentukan jika Belanda ingin melangkah lebih jauh di turnamen besar.

Pemain yang membela Liverpool itu sudah mengoleksi 90 caps dan mencetak 12 gol sejak debut pada 2015. Pengalaman panjang serta jiwa kepemimpinannya membuat ia menjadi sosok penting dalam menjaga keseimbangan tim.

Sempat diterpa cedera serius, Van Dijk mampu bangkit dan kembali ke performa terbaiknya. Jika Belanda menargetkan hasil maksimal di Piala Dunia 2026, perannya di lini belakang akan menjadi faktor kunci.

Jadwal Pertandingan Belanda di Piala Dunia 2026

Jadwal Belanda di Grup F Piala Dunia 2026

15 Juni 2026 pukul 03.00 WIB

  • Belanda vs Jepang

21 Juni 2026 pukul 00.00 WIB

  • Belanda vs Swedia

26 Juni 2026 pukul 06.00 WIB

  • Tunisia vs Belanda

Prediksi Kiprah Belanda di Piala Dunia 2026

Timnas Belanda diprediksi bukan sebagai kandidat utama juara, tetapi tetap menyimpan potensi besar untuk membuat kejutan. Dalam proyeksi terbaru, peluang mereka menjuarai Piala Dunia 2026 berada di angka sekitar 3,5 persen.

Persentase tersebut menempatkan Belanda di posisi kedelapan dalam daftar calon juara. Mereka masih berada di bawah tim-tim favorit seperti Spanyol, Prancis, Inggris, dan Brasil.

Walau tidak diunggulkan, Belanda tetap dipandang sebagai ancaman serius bagi lawan-lawannya. Kekuatan mereka bertumpu pada organisasi permainan yang rapi, kedalaman skuad, serta kualitas pemain yang merumput di level tertinggi Eropa.

Nama-nama seperti Xavi Simons, Tijjani Reijnders, dan Ryan Gravenberch menjadi penggerak utama permainan Oranje. Namun, persoalan konsistensi di fase gugur masih menjadi pekerjaan rumah, terutama karena mereka kerap tersendat di babak perempat final.

 

Sumber: Wiwig Prayugi (Bola.com)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Dimas Ardi PrasetyaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan