Peluang Liverpool Banyak, tapi Penyelesaian Akhir Bermasalah

Liverpool gagal memanfaatkan peluang saat kalah dari PSG. Konate menilai timnya tampil baik namun kurang tajam di depan gawang.

Diterbitkan 15 April 2026, 10:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Liverpool harus mengakhiri perjalanan mereka di Liga Champions setelah kalah 0-2 dari PSG pada leg kedua perempat final. Hasil ini membuat Liverpool tersingkir dengan agregat 0-4 dari wakil Prancis tersebut.

Bermain di Anfield, Liverpool sebenarnya tampil agresif sejak awal laga dengan menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Namun, penyelesaian akhir menjadi masalah utama yang membuat mereka gagal mencetak gol sepanjang pertandingan.

PSG justru mampu memaksimalkan peluang di 20 menit terakhir lewat dua gol Ousmane Dembele. Gol-gol tersebut memastikan langkah PSG ke semifinal sekaligus menutup peluang kebangkitan Liverpool.

Peluang Banyak, Finishing Jadi Masalah

Bek Liverpool, Ibrahima Konate, mengakui timnya memiliki cukup peluang untuk mengubah jalannya pertandingan. Ia menilai hasil akhir tidak sepenuhnya mencerminkan performa di lapangan.

“Kami bisa bilang ya dan tidak, karena Paris punya banyak peluang di kandang mereka dan hanya mencetak dua gol, tapi kami tahu bisa melakukan sesuatu yang spesial di Anfield,” ujar Konate, dikutip dari UEFA.com.

Ia juga menambahkan, “Kami menciptakan banyak peluang dan tidak bisa mencetak gol... ini sepak bola. Ini menyedihkan.” Pernyataan tersebut menggambarkan rasa frustrasi Liverpool yang gagal memaksimalkan peluang.

Fokus Bangkit dan Kejar Tiket Liga Champions

Meski kecewa, Konate melihat sisi positif dari performa Liverpool dalam laga tersebut. Ia menilai timnya menunjukkan kualitas yang bisa menjadi modal untuk sisa musim.

“Kami harus tetap senang karena banyak pemain kembali dari cedera. Paris sedikit lebih baik dari musim lalu dan kami tetap bisa tampil seperti itu melawan mereka,” katanya.

Konate juga menegaskan bahwa target Liverpool kini beralih ke kompetisi domestik. Menurutnya, standar minimum klub adalah tampil di Liga Champions setiap musim.

“Ini standar minimum untuk Liverpool bermain di Liga Champions. Kami masih punya enam pertandingan lagi dan harus habis-habisan agar bisa kembali ke sana musim depan,” tutupnya.

Sumber: UEFA.com

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Jadwal SEA V Cup 2026, Timnas Indonesia Siap Pertahankan Gelar

Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • Liga Champions merupakan kompetisi sepak bola antar klub di benua Eropa
    Liga Champions merupakan kompetisi sepak bola antar klub di benua Eropa
    Liga Champions
  • Liverpool FC merupakan klub tersukses asal Inggris di eropa. Raihan 5 trofi dari 7 final menjadi bukti betapa berbahayanya Liverpool di rana
    Liverpool FC merupakan klub tersukses asal Inggris di eropa. Raihan 5 trofi dari 7 final menjadi bukti betapa berbahayanya Liverpool di rana
    Liverpool
  • Klub sepak bola asal Perancis yang dibuat pada tahun 1970 dan berbasis di Paris.
    Paris Saint-Germain (PSG) merupakan klub sepak bola asal Perancis yang dibuat pada tahun 1970 dan berbasis di Paris.
    PSG
  • Paris Saint-Germain adalah sebuah klub sepak bola asal Jerman
    Paris Saint-Germain (PSG) merupakan klub sepak bola asal Perancis yang dibuat pada tahun 1970 dan berbasis di Paris.
    Paris Saint-Germain
  • Ibrahima Konate