Lini Belakang Barcelona Goyah: Hansi Flick Belum Temukan Formula Ideal, 25 Gol Jadi Alarm Bahaya

Barcelona kebobolan 25 gol musim ini. Hansi Flick terus merotasi lini belakang, namun belum menemukan komposisi ideal pertahanan Blaugrana.

Diterbitkan 18 Februari 2026, 01:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Barcelona memasuki fase krusial musim 2025/2026, dengan catatan yang mengkhawatirkan di lini belakang. Dua kekalahan beruntun dalam lima hari memperlihatkan retakan serius di lini pertahanan tim asuhan Hansi Flick.

Blaugrana dihajar Atletico Madrid 4-0 di semifinal Copa del Rey, lalu takluk 2-1 dari Girona di La Liga. Hasil tersebut mempertegas inkonsistensi sistem bertahan yang belum stabil.

Di luar kontroversi keputusan wasit saat melawan Girona, persoalan utama tetap sama: organisasi pertahanan yang rapuh. Garis pertahanan tinggi yang diterapkan Flick kerap terekspos dalam transisi cepat lawan.

Catatan 25 gol kebobolan musim ini menjadi angka yang sulit diterima untuk klub sebesar Barcelona. Statistik itu menandakan Flick belum menemukan formula dan komposisi ideal di lini belakang.

Rotasi dan Stabilitas Sulit Tercipta

Menurut laporan Mundo Deportivo, Flick terus bereksperimen demi menstabilkan pertahanan. Ia melakukan perubahan taktis dan teknis hampir di setiap fase musim.

Dalam 38 laga resmi musim ini, Flick menggunakan 16 formasi pertahanan berbeda. Ia bahkan mengulang komposisi yang sama sebanyak 11 kali tanpa pernah mempertahankannya secara beruntun.

Kombinasi Jules Kounde, Pau Cubarsi, Eric Garcia, dan Alejandro Balde menjadi kuartet yang paling sering dimainkan. Mereka tampil bersama 12 kali di semua kompetisi, delapan di antaranya di La Liga.

Meski demikian, duet bek tengah yang paling disukai tetap Cubarsi bersama Gerard Martin. Inkonsistensi pilihan ini menunjukkan Flick masih mencari keseimbangan ideal.

Pergeseran Posisi dan Dampaknya pada Struktur Tim

Ketidakstabilan lini belakang memaksa Flick melakukan kompromi posisi. Empat pemain berbeda telah dicoba sebagai bek kanan sepanjang musim.

Kounde dan Eric Garcia menjadi opsi utama di sisi kanan. Namun Marc Casado dan Joao Cancelo juga beberapa kali dimainkan untuk menutup kebutuhan taktis.

Eric Garcia, yang berposisi asli sebagai bek tengah, bahkan dialihkan ke peran gelandang dan bek sayap. Cancelo juga pernah dimainkan sebagai bek kiri demi menambal celah struktural.

Rotasi ekstrem ini berdampak pada koordinasi dan komunikasi antarlini. Tanpa struktur yang konsisten, Barcelona sulit membangun pertahanan solid yang menjadi fondasi tim juara.

Sumber: Barca Universal

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Barcelona Amankan Wonderkid Klub Belgia, Karim Adeyemi Segera Diresmikan

Asad ArifinTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • La Liga adalah liga sepak bola divisi tertinggi yang ada di Spanyol.
    La Liga merupakan sebuah liga sepak bola divisi tertinggi yang ada di Spanyol.
    La Liga
  • Barcelona adalah salah satu klub besar dunia yang bermain di La Liga Spanyol
    FC Barcelona adalah klub sepak bola Spanyol yang dikenal dengan dominasinya di kompetisi domestik dan Eropa, serta memiliki sejarah panjang dalam pengembangan talenta muda dan strategi transfer yang dinamis.
    Barcelona
  • liputan6
    Hans-Dieter atau dikenal dengan nama Hansi Flick, adalah seorang mantan pemain, dan pelatih sepak bola yang melatih Tim nasional Jerman.
    Hansi Flick
  • Liga Spanyol
  • Berita Barcelona