10 Pelatih Top Tanpa Klub: Xabi Alonso Sekarang Tersedia

Sepuluh pelatih top Eropa saat ini berstatus tanpa klub. Mereka bisa menjadi rebutan klub-klub yang membutuhkan juru taktik baru.

Diterbitkan 24 Januari 2026, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Namanya juga masuk dalam spekulasi calon pelatih Brentford. Namun hingga kini, Terzic masih harus bersabar menunggu kesempatan nyata untuk kembali melatih.

4. Ruben Amorim

Ruben Amorim kini berada tepat di bawah bayang-bayang pelatih yang dua kali mengalahkannya di final Eropa. Pengalamannya menangani Manchester United pun menjadi periode yang berat dalam karier kepelatihannya.

Selama lebih dari satu tahun, catatan hasil Amorim nyaris seimbang antara kemenangan dan kekalahan. Ratusan juta euro telah dihabiskan, namun sistem permainan yang diharapkan tak pernah benar-benar berjalan.

Meski demikian, reputasinya tidak sepenuhnya runtuh. Prestasinya bersama Sporting tetap menjadi bukti kualitas Amorim, sekaligus membuatnya masih menarik di mata klub-klub lain.

5. Ange Postecoglou

Ange Postecoglou tetap dipecat Tottenham meski mampu menepati janjinya dengan menghadirkan trofi pada musim kedua. Hubungannya dengan pemilik Nottingham Forest, Evangelos Marinakis, bahkan berakhir sangat cepat dan penuh ketegangan.

Perpisahan yang terjadi hanya dalam 39 hari terasa brutal, bahkan jika diukur dengan standar kepemimpinan Marinakis. Situasi tersebut menegaskan betapa singkatnya toleransi di balik keputusan manajemen klub.

Kini, Postecoglou berpeluang mencari tantangan baru di luar Inggris. Opsi kembali ke Celtic juga tidak bisa dikesampingkan, mengingat namanya masih memiliki nilai tinggi di pasar pelatih.

6. Enzo Maresca

Enzo Maresca meninggalkan Chelsea dengan status juara dunia antarklub. Ia juga kerap disebut sebagai kandidat pelatih masa depan Manchester City seiring spekulasi tentang era pasca Pep Guardiola.

Reputasi tersebut justru diduga menjadi salah satu pemicu perpisahan panasnya dengan Chelsea. Meski demikian, nama Maresca justru semakin diperhitungkan setelah 18 bulan masa kerjanya di Stamford Bridge.

Maresca diyakini tidak akan kekurangan tawaran dalam waktu dekat. Banyak klub menilai pelatih asal Italia itu sebagai sosok ideal untuk proyek jangka panjang.

7. Zinedine Zidane

Zinedine Zidane memiliki rekam jejak luar biasa selama menangani Real Madrid. Ia sukses mempersembahkan tiga gelar Liga Champions secara beruntun serta dua trofi La Liga, menjadikannya salah satu pelatih tersukses dalam sejarah klub.

Meski prestasinya mengundang minat banyak pihak, Zidane dikenal sangat selektif dalam memilih pekerjaan. Namanya sempat dikaitkan dengan Paris Saint-Germain, Manchester United, hingga Chelsea, namun tak satu pun berujung kesepakatan.

Zidane bahkan menolak tawaran fantastis senilai 84 juta pounds dari Al Hilal. Ia diyakini tengah menunggu kesempatan menangani tim nasional Prancis sebagai tujuan berikutnya dalam karier kepelatihannya.

8. Gareth Southgate

Gareth Southgate memutuskan menutup babak kepemimpinannya bersama tim nasional Inggris. Ia menyebut kebutuhan akan perubahan serta tantangan baru sebagai alasan utama keputusannya.

Ironisnya, keberhasilan membawa Inggris ke final Euro 2024 tidak serta-merta membuka pintu menuju klub besar. Rumor yang mengaitkannya dengan Manchester United pun dinilai kurang realistis.

Southgate justru berpeluang melanjutkan karier di luar Inggris. Melihatnya bekerja dalam ritme harian bersama sebuah klub tentu akan menjadi hal yang menarik untuk disaksikan.

9. Xavi

Xavi sempat mengambil cuti setelah perpisahan yang tidak berjalan mulus dengan Barcelona. Kini, masa jeda tersebut telah berakhir dan namanya kembali muncul dalam bursa pelatih.

Ia sempat dikaitkan dengan Manchester United dan Chelsea. Namun, Xavi disebut mencari proyek jangka panjang yang jarang ditawarkan klub-klub Premier League.

Xavi menegaskan dirinya tidak terburu-buru kembali melatih. Ia menginginkan waktu sekitar empat tahun untuk membangun tim tanpa tekanan tuntutan hasil instan.

10. Xabi Alonso

Xabi Alonso resmi berpisah dengan Real Madrid melalui kesepakatan bersama. Keputusan tersebut langsung menempatkannya sebagai salah satu pelatih terbaik yang tersedia di bursa saat ini.

Madrid hanya memberi Alonso waktu tujuh bulan, meski sebelumnya menunggu hampir satu tahun untuk merekrutnya. Kekalahan di final Piala Super Spanyol serta tertinggal empat poin dari Barcelona menjadi faktor utama di balik pemecatan tersebut.

Meski demikian, status Alonso sebagai pelatih elite tidak luntur. Kesuksesannya bersama Bayer Leverkusen menjadi bukti nyata kualitasnya sebagai salah satu manajer papan atas di Eropa.

Sumber: Football365

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Aga Deta AndityaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan