Siapa Hamza Abdelkarim? 'Erling Haaland dari Mesir' yang Jadi Incaran Utama Barcelona

Hamza Abdelkarim diminati oleh Barcelona. Dia merupakan striker muda Al Ahly yang dijuluki 'Erling Haaland dari Mesir' karena potensinya.

OlehThomas
Diterbitkan 24 Desember 2025, 23:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Nama Hamza Abdelkarim tengah jadi sorotan, seorang talenta muda asal Mesir yang kini menjadi rebutan klub-klub top Eropa. Pemain berusia 17 tahun ini menarik perhatian berkat performa gemilangnya di level junior dan tim nasional, bahkan membuatnya dijuluki 'Erling Haaland dari Mesir'. Ketertarikan raksasa Spanyol, Barcelona, terhadap Hamza Abdelkarim menjadi topik hangat yang terus diperbincangkan di bursa transfer.

Barcelona dilaporkan 'ngebet' untuk memboyong penyerang tengah Al Ahly ini, meski negosiasi dengan klub Mesir tersebut berjalan alot. Hamza sendiri disebut-sebut sangat antusias untuk bergabung dengan Blaugrana, melihatnya sebagai langkah ideal untuk mengembangkan karier profesionalnya di Eropa sejak usia muda. Situasi ini menciptakan drama transfer yang menarik untuk diikuti.

Minat Barcelona terhadap Hamza Abdelkarim bukan tanpa alasan, mengingat krisis cedera yang melanda tim afiliasi mereka, Barca Atletic. Selain itu, potensi besar yang dimiliki Hamza menjadikannya investasi jangka panjang yang menjanjikan bagi klub Catalan, yang selalu mencari talenta terbaik untuk masa depan mereka.

Profil Hamza Abdelkarim, 'Erling Haaland dari Mesir'

Hamza Mohamed Abdelkarim Selim, atau yang lebih dikenal sebagai Hamza Abdelkarim, adalah pesepak bola profesional kelahiran 1 Januari 2008, yang saat ini berusia 17 tahun. Pemain bertinggi 1,82 meter ini berposisi sebagai penyerang tengah, namun juga mampu bermain sebagai gelandang serang, menunjukkan fleksibilitasnya di lapangan.

Saat ini, Hamza Abdelkarim bermain untuk klub raksasa Mesir, Al Ahly, dan nilai pasarnya diperkirakan mencapai €100 ribu per pembaruan terakhir pada 1 Desember 2025. Ia membuat debut profesionalnya untuk Al Ahly pada 6 Februari 2025, menjadikannya pemain termuda yang mewakili klub tersebut di abad ke-21, memecahkan rekor sebelumnya dengan selisih sembilan hari.

Julukan 'Erling Haaland dari Mesir' disematkan kepadanya karena gaya bermain dan potensi luar biasa yang dimilikinya. Menurut Osama Rakha, seorang Data Scout Transfermarkt Mesir, Hamza adalah striker modern yang aktif dalam membangun serangan, sering bergabung dengan lini tengah atau melebar untuk membuka ruang bagi rekan setimnya. Keunggulan terbesarnya terletak pada kemampuannya di kotak penalti dan dominasinya dalam duel udara, yang menjadi dasar kuat perbandingannya dengan bintang Manchester City, Erling Haaland.

Perjalanan Internasional dan Potensi Gemilang

Hamza Abdelkarim juga merupakan pemain internasional yang telah mewakili tim nasional Mesir U17 sejak tahun 2024. Ia menunjukkan performa impresif di berbagai turnamen, termasuk Piala Afrika U17 2025 di Maroko, di mana ia berhasil mencetak tiga gol.

Tak hanya itu, Hamza juga berpartisipasi dalam Piala Dunia U17 2025 di Qatar, menambah koleksi golnya dengan dua gol. Secara keseluruhan, ia telah mencetak 12 gol dan enam assist dalam 19 pertandingan untuk tim U17, menjadikannya salah satu pemain terbaik di jajaran pemain muda Mesir.

Penampilan gemilangnya di Piala Dunia U17 inilah yang mulai menarik perhatian Barcelona. Bersama Belal Ateya, Hamza telah membentuk duet maut di tim muda Mesir, semakin mengukuhkan reputasinya sebagai talenta yang patut diperhitungkan di kancah sepak bola internasional.

Barcelona Ngebet, Al Ahly Pasang Harga Tinggi

Barcelona telah menunjukkan minat yang sangat kuat untuk merekrut Hamza Abdelkarim, yang dianggap sebagai salah satu talenta terbesar di sepak bola Afrika. Klub Catalan ini awalnya mengajukan tawaran berupa skema pinjaman, namun ditolak oleh manajemen Al Ahly.

Tidak menyerah, Barcelona kemudian mengajukan tawaran yang lebih baik: pinjaman gratis dengan opsi pembelian seharga €1 juta, ditambah €3 juta dalam bentuk bonus dan klausul penjualan kembali. Namun, Al Ahly menuntut biaya transfer yang jauh lebih tinggi, yakni €8 juta, karena menganggap Hamza sebagai 'permata' yang sangat berharga.

Selain itu, Al Ahly juga bersikeras untuk mendapatkan 20% dari penjualan Hamza di masa depan, sementara Barcelona hanya bersedia 10%. Meskipun negosiasi berjalan alot dan Al Ahly mempersulit proses transfer, Hamza Abdelkarim sendiri sangat ingin bergabung dengan Barcelona. Ia melihat Barcelona sebagai tujuan ideal untuk mengembangkan potensinya dan bahkan telah menyetujui kontrak berdurasi 3,5 tahun dengan klub tersebut.

Selain Barcelona, beberapa klub top Eropa lainnya seperti Bayern Munich, Olympique Lyon, AC Milan, Manchester City, dan Feyenoord juga dikabarkan menunjukkan minat pada Hamza Abdelkarim. Meskipun demikian, ada probabilitas 54% bahwa transfer ini akan terwujud, dengan Hamza diharapkan bergabung dengan Barca Atletic dan berpotensi mendapatkan kesempatan bermain di tim utama selama pramusim.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan