Mohamed Salah vs Liverpool: Amarah Nasional Mesir dan Masa Depan Sang Raja di Anfield

Hampir seluruh rakyat Mesir berdiri di belakang Mohamed Salah, seraya menunjuk dukungan suporter Liverpool di Anfield sebagai bukti bahwa simpati juga datang da

Diterbitkan 17 Desember 2025, 14:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

“Ketika Liverpool bermain di Milan, seluruh Mesir mendukung Inter,” ujar Osama Ismail, mantan juru bicara Federasi Sepak Bola Mesir. Meski demikian, ia menilai Salah bukan sosok arogan. “Dia percaya diri, dan dia ingin terus bermain untuk Liverpool.”

Mesir Butuh Mohamed Salah

Di Kairo International Stadium, suasana berbeda terasa saat Mesir menang 2-1 atas Nigeria dalam laga uji coba jelang Piala Afrika. Stadion dipenuhi dukungan untuk “anak mereka”, upaya kolektif mengangkat mental Salah sebelum turnamen yang menjadi obsesinya.

“Kami menyebutnya anak kami sendiri,” kata jurnalis Kairo, Ahmed Gamal Ali. “Melihat dia terluka secara emosional terasa seperti penghinaan bagi keluarga. Reaksi nasional itu spontan.”

Di internal tim nasional, tak ada kegelisahan. Para staf menyebut Salah sebagai profesional teladan. Sebagian bahkan bercanda bahwa mereka semua memasukkan namanya ke tim Fantasy Premier League.

Pelatih Mesir, Hossam Hassan, juga telah berbicara panjang dengan Salah, dengan satu keyakinan: Mesir membutuhkan sang kapten dalam performa terbaiknya jika ingin berbicara banyak di Maroko.

Masa Depan Mohamed Salah di Liverpool

Lalu bagaimana masa depan Salah di Liverpool? Apakah penampilannya di Anfield akhir pekan lalu, masuk sebagai pemain pengganti dalam kemenangan 2-0 atas Brighton, menjadi salam perpisahan atau sekadar jeda sementara?

“Ini hanya perpisahan untuk sementara,” tegas Diaa El-Sayed. Pelatih Liverpool, Arne Slot, sebelumnya menyatakan tak ada masalah dalam pemilihan pemain, sementara rekan setim Salah berharap sang bintang tetap bertahan. Saat Salah membela Mesir, negosiasi dengan klub akan ditangani oleh agennya, Ramy Abbas.

Kontrak Salah di Anfield masih berlaku hingga 2027 dengan nilai sekitar £400 ribu per pekan. Namun ketertarikan dari klub-klub Arab Saudi terus menguat.

Meski begitu, ada keyakinan bahwa Liverpool akan selalu menjadi rumah baginya. Bahkan jika hengkang, Salah disebut ingin kembali menetap di kota itu bersama istri dan dua putrinya setelah pensiun.

Misi Mohamed Salah di Timnas Mesir

Di Mesir, wajah Salah terpampang di billboard sepanjang jalan menuju bandara, rute yang telah ia lalui berkali-kali. Sebuah iklan televisi terbaru menampilkan dialog sederhana namun bermakna. Ketika putrinya bertanya mengapa ia masih berlatih meski telah memenangkan segalanya bersama Liverpool, Salah menjawab singkat, “Belum. Ini Mesir.”

Salah memang belum menuntaskan misinya bersama tim nasional. Ia belum pernah menjuarai Afcon, kalah di final 2017 dan 2021. Ia juga baru sekali tampil di Piala Dunia, pada 2018, saat kondisi fisiknya belum pulih sepenuhnya. Piala Dunia berikutnya menjadi harapan baru, namun fokus terdekat tetap Afcon.

Mesir mungkin bukan unggulan utama. Tetapi selama Mohamed Salah masih mengenakan seragam Pharaohs, keyakinan itu selalu ada.

“Dia selalu ingin menang,” ujar Mohamed Mamoun, seorang suporter di stadion. “Sekarang motivasinya berlipat ganda untuk membuktikan bahwa dia masih yang terbaik. Bagi kami, dia memang selalu yang terbaik.”

Sumber: BBC

Klasemen Premier League 2025/2026

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Ari Rachman PrayogaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan