Festival SenengMinton 2025 Jadi Ajang Pembinaan Usia Dini dan Jaring Bibit Baru Bulu Tangkis

Festival SenengMinton 2025 berlangsung di empat kota di Jawa Tengah. Total peserta mencapai 2.266 anak.

OlehThomas
Diterbitkan 11 Desember 2025, 22:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Festival SenengMinton 2025 kembali digelar. Magelang menjadi kota terakhir. Antusiasme anak-anak akan olahraga bulutangkis begitu besar dalam program pengenalan bulutangkis untuk siswa kelas 1–3 SD itu. Ada 480 siswa dari 16 SD dan MI yang ikut serta pada event di Magelang tersebut.

Festival SenengMinton menghadirkan pembinaan olahraga usia dini dengan pendekatan edukatif dan menyenangkan, sekaligus menumbuhkan minat serta kecintaan anak-anak terhadap bulutangkis. Sebelum di Magelang ajang ini sepanjang 2025 pernah digelar di Kudus (23-24 Juni), Solo (23 September), Purwokerto (8 November), dan Semarang (20 November).

Total peserta yang mengikuti ajan yang diinisiasi Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Jawa Tengah dan Bakti Olahraga Djarum Foundation tersebut mencapai 2.266 peserta.

Festival SenengMinton merupakan bagian dari strategi pembinaan usia dini untuk menjaga kesinambungan regenerasi atlet bulutangkis Indonesia. Dengan metode berbasis permainan yang menyenangkan, program ini diharapkan dapat menumbuhkan minat dan kecintaan siswa terhadap bulu tangkis sejak tahap awal.

“Regenerasi dan pembinaan atlet adalah proses jangka panjang yang tidak bisa diperoleh secara instan. Prosesnya harus dimulai secara konsisten sejak usia dini. Festival SenengMinton menjadi sarana pengenalan bulutangkis yang edukatif dan mudah diterima siswa, sehingga kecintaan pada olahraga dapat tumbuh lebih dahulu sebelum memasuki tahap latihan yang lebih serius,” ujar Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin.

Buka Akses bagi Pemula

Festival SenengMinton 2025 ini juga didukung oleh Aice. Sylvana Zhong, Senior Brand Manager Aice Group, menegaskan bahwa dukungan terhadap Festival SenengMinton merupakan manifestasi dari komitmen perusahaan untuk hadir sebagai bagian dari solusi kesehatan keluarga Indonesia. Menurutnya, perilaku sedenter bukanlah sekadar persoalan kurang bergerak, melainkan sudah menjadi ancaman serius bagi kualitas SDM di masa depan.

“Lewat inisiatif ini, Aice berupaya mengubah paradigma anak-anak dari ketergantungan pada layar gadget menjadi kegemaran beraktivitas fisik di lapangan. Dengan memperkenalkan olahraga sebagai momen kebahagiaan dan kebersamaan, diharapkan muncul kesadaran intrinsik pada anak sekaligus orang tua, untuk mengadopsi pola hidup sehat secara berkelanjutan,” jelas Sylvana.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Sementara itu Ketua Umum Pengprov PBSI Jawa Tengah, Basri Yusuf menyebut penyelenggaraan Festival SenengMinton di lima kota menuai animo positif dari peserta, guru maupun orang tua. Sepanjang perlombaan fun games itu berlangsung, ratusan siswa-siswi menyemarakkan gelaran terakhir Festival SenengMinton di Kota Sejuta Bunga. Hal ini menjadi angin segar yang melambungkan optimisme dalam menjaga mata rantai regenerasi atlet bulutangkis khususnya di Jawa Tengah. Menurut Basri, tingginya minat siswa menunjukkan bahwa pendekatan pengenalan bulutangkis di tingkat sekolah dasar merupakan langkah yang efektif untuk menjangkau lapisan grassroot yang selama ini belum tersentuh pembinaan formal. Basri menilai kehadiran festival ini bukan hanya membuka akses lebih luas bagi siswa-siswi untuk mencoba bulutangkis, tetapi juga memberikan keyakinan baru bagi PBSI bahwa upaya memperkuat mata rantai regenerasi atlet di Jawa Tengah berada pada jalur yang tepat. “Antusiasme para peserta untuk berkenalan dengan olahraga bulutangkis sangat luar biasa. Ini merupakan impian kami, karena selama ini pembinaan dilakukan oleh klub, sekarang kami bisa menjamah banyak sekolah. Hal ini adalah kesempatan bagus untuk menjaring atlet berbakat sejak dini, karena kita berharap mata rantai regenerasi atlet bulutangkis tidak terputus. Harapan kami, dari ribuan siswa yang telah menjajal permainan di Festival SenengMinton, banyak yang kemudian menekuni dunia bulutangkis. Selanjutnya, kami akan lebih sering menggalakkan kegiatan seperti ini dan mendorong sekolah untuk menciptakan ekstrakurikuler bulutangkis sehingga minat dan kemampuan siswa terakomodir,” ucap Basri Yusuf.

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan