Media Spanyol 'Habisi' Trent Alexander-Arnold yang Kesulitan di Real Madrid: Dia Terlihat Bingung di Lapangan

Trent Alexander-Arnold datang ke Real Madrid dengan segudang ekspektasi. Keputusan meninggalkan Liverpoolm klub masa kecil yang telah membesarkan namanya sudah cukup mengejutkan, terlebih ketika ia sebelumnya berulang kali menegaskan ingin bertahan seumur hidup di Anfield.

Diterbitkan 03 Desember 2025, 22:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Trent Alexander-Arnold datang ke Real Madrid dengan segudang ekspektasi. Keputusan meninggalkan Liverpoolm klub masa kecil yang telah membesarkan namanya sudah cukup mengejutkan, terlebih ketika ia sebelumnya berulang kali menegaskan ingin bertahan seumur hidup di Anfield.

Namun, ambisi besar untuk meraih Ballon d’Or dan tantangan baru di Liga Spanyol menjadi pilihan sang bek kanan. Sayangnya, perjalanan awalnya di Negeri Matador justru dibuka dengan sorotan pedas, kritik tajam, hingga tekanan yang datang dari berbagai arah.

Media Spanyol, yang terkenal tak memberi ruang kompromi untuk pemain bintang, langsung menguliti penampilan Trent. Surat kabar Marca menilai performanya jauh dari harapan dan menyebutnya sebagai pemain yang terlihat “kebingungan” di lapangan.

Penulis senior Alfredo Relano bahkan memberikan kritik personal dengan menyebut ekspresi pemain 27 tahun itu seperti “kelinci yang tersorot lampu”, simbol kurangnya kepercayaan diri dan adaptasi yang belum sempurna.

Kritik tersebut mengemuka setelah laga imbang 1-1 melawan Girona, di mana Trent tampil di bawah standar dan hampir membuat blunder fatal berkat satu umpan keliru di babak pertama.

Konsistensi Trent Alexander-Arnold Dipertanyakan

Meski beberapa pekan sebelumnya sempat muncul optimisme, terutama setelah penampilan menjanjikan melawan Elche dan Olympiacos, gemuruh pujian itu cepat meredup.

AS sempat menyorot keunggulannya dalam bola mati dan menyebutnya mulai menjadi spesialis set-piece di bawah arahan Xabi Alonso. Namun konsistensi masih menjadi masalah besar.

Di La Liga maupun Liga Champions, Trent belum menyumbang satu gol atau assist pun, pencapaian yang jauh dari ekspektasi Madridistas. Dari seluruh pertandingan liga, ia baru dua kali bermain penuh 90 menit, bahkan sempat dicadangkan dalam laga El Clasico, salah satu pertandingan terbesar klub.

Internal Real Madrid Bergejolak

Kesulitan itu semakin diperparah oleh kondisi internal tim yang disebut-sebut tengah memanas. Laporan media Spanyol menyebut ruang ganti Madrid terbagi dalam beberapa kubu, terutama terkait dukungan terhadap Alonso.

Pelatih 42 tahun itu dianggap memiliki gaya kepemimpinan yang lebih tegas dan terstruktur dibanding Carlo Ancelotti maupun Zinedine Zidane. Ia memperkenalkan aturan-aturan ketat dan menuntut persaingan sehat di setiap sesi latihan, sesuatu yang tak disukai sejumlah pemain senior.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Nama-nama besar seperti Vinicius Junior, Federico Valverde, Brahim Diaz, hingga Rodrygo disebut kurang cocok dengan metode Alonso. Situasi memuncak setelah insiden Vinícius Jr dalam laga El Clasico bulan lalu. Ia meluapkan amarah saat ditarik keluar, melontarkan kalimat “Aku akan pergi dari tim ini”, dan meninggalkan lapangan tanpa menatap Alonso. Meskipun sang penyerang kemudian meminta maaf secara publik, ia tidak menyebut nama Alonso dalam unggahan tersebut, yang kembali menimbulkan spekulasi soal keretakan hubungan keduanya. Bahkan laporan terbaru menyebut Vinícius mempertimbangkan untuk tidak memperbarui kontraknya yang berlaku hingga 2027 jika situasi tidak berubah.

Halaman
Show All
Ari Rachman PrayogaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan