Marc Guehi: Pemain yang Seharusnya Ada di Anfield Saat Liverpool Terpuruk

Kekalahan Liverpool dari Crystal Palace menyoroti satu kesalahan besar di bursa transfer: kegagalan mendatangkan Marc Guehi yang kini terbukti mahal.

Diterbitkan 30 Oktober 2025, 14:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Liverpool tersingkir dari Carabao Cup dengan cara yang menyakitkan. Kekalahan 0-3 dari Crystal Palace di Anfield pada Kamis (30/10/2025) dini hari WIB tak hanya memperpanjang tren buruk The Reds, tapi juga membuka luka lama dari bursa transfer musim panas.

Nama Marc Guehi kembali muncul dalam pembicaraan, kali ini bukan sebagai target, melainkan lawan yang membuat Liverpool menyesal. Sang bek tengah tampil solid untuk Palace, tim yang dulu nyaris melepasnya ke Anfield sebelum transfernya kolaps di detik terakhir.

Kini, dengan lini belakang yang rapuh dan hasil yang terus menurun, Liverpool mulai merasakan akibat dari kegagalan itu. Musim panas yang semula penuh harapan kini diwarnai penyesalan dan pertanyaan besar, mengapa mereka tak bergerak lebih cepat?

Guehi bisa saja sudah mengenakan seragam merah Liverpool, namun strategi menunggu harga terbaik justru berujung bencana. Dari peluang emas menjadi simbol kegagalan perencanaan, transfer ini bisa menghantui Anfield lebih lama dari yang dibayangkan.

Strategi Transfer Liverpool yang Gagal Total

Liverpool sebenarnya berada sangat dekat untuk mendapatkan Marc Guehi. Sang bek Inggris berusia 25 tahun bahkan sudah menjalani tes medis dan kesepakatan administrasi dengan Premier League telah disiapkan. Namun, transfer itu gagal terjadi karena Crystal Palace tak sempat mencari pengganti.

Palace, di bawah manajer Oliver Glasner, menolak melepas Guehi tanpa jaminan adanya bek baru. Chairman klub, Steve Parish, kehabisan waktu di hari terakhir bursa transfer. Padahal, Liverpool sudah menyiapkan tawaran 35 juta pounds plus klausul penjualan ulang sepuluh persen, di bawah valuasi 45 juta pounds yang diminta Palace.

Keputusan untuk menunggu hingga akhir jendela transfer ternyata menjadi kesalahan besar. Jika saja Liverpool mau memenuhi permintaan Palace sejak awal, Guehi sudah mendarat di Anfield pada Juli lalu. Ironisnya, di tengah belanja besar mencapai 449 juta pounds musim panas ini, mereka tersandung oleh selisih hanya 10 juta pounds.

Bagi FSG, pemilik klub, prinsip untuk tidak membayar lebih dari nilai pasar selalu menjadi fondasi bisnis. Namun kali ini, kebijakan konservatif itu tampak kontraproduktif ketika lini belakang mereka tengah goyah.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Absennya Guehi terasa makin berat karena situasi pertahanan Liverpool sedang kritis. Giovanni Leoni, bek muda yang baru direkrut dari Parma, mengalami cedera lutut parah dan harus menepi hingga akhir musim. Sementara itu, Virgil van Dijk terlihat kelelahan, dan Ibrahima Konate masih belum memperpanjang kontraknya yang akan habis tahun depan. Dengan kondisi seperti ini, Arne Slot nyaris kehabisan opsi di jantung pertahanan. Kehilangan lima dari enam laga terakhir, termasuk empat kekalahan beruntun di Premier League, memperlihatkan betapa rentannya tim ini tanpa tambahan tenaga baru di lini belakang. Andai Guehi bergabung, Slot setidaknya memiliki bek tengah berkualitas yang bisa langsung bermain. Kini, Liverpool bukan hanya kehilangan stabilitas di lapangan, tapi juga menghadapi risiko kehilangan Konate secara gratis musim depan, sebuah pukulan ganda yang sulit diterima bagi klub sebesar mereka. Yang lebih ironis, Guehi justru menjadi pemain kunci di balik dua kekalahan Liverpool musim ini dari Palace: di Community Shield dan Premier League. Kini, ia memperparah penderitaan itu dengan membantu timnya menyingkirkan The Reds dari Carabao Cup.

Halaman
Show All
Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan