Karate, Jiu-Jitsu dan Wushu Jadi Penentu Juara Umum PON Bela Diri 2025

Persaingan menjadi juara umum PON Bela Diri 2025 masih terbuka. Tinggal tersisa tiga cabor lagi di saat-saat akhir.

OlehThomas
Diterbitkan 26 Oktober 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri Kudus 2025 yang digelar di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah (Jateng) memasuki tahap akhir. Persaingan sengit terjadi untuk menjadi juara umum PON Bela Diri 2025. Cabang olahraga wushu, karate dan Jiu-Jitsu bisa menjadi penentunya.

PON Bela Diri 2025 sudah dimulai sejak 12 Oktober lalu. pada tahap pertama yakni Minggu (12/10) hingga Kamis (16/10) sebanyak empat cabang olahraga dipertandingkan yakni taekwondo, gulat, tarung derajat, dan judo. Sementara pada tahap kedua mempertandingkan pencak silat, sambo, dan shorinji kempo, pada Jumat (17/10) hingga Selasa (21/10)

Wushu, karate dan jiu-jitsu masuk tahap ketiga. Karena di klasemen umum masih sengit maka ketiga cabor ini akan menjadi penentu siapa yang akan menjadi juara umum PON Bela Diri 2025. Persaingan di tiga cabor ini pun akan sengit.

“Kalau melihat tabel klasemen perebutan medali, memang menarik sekali, jarak beberapa kontingen sangat rapat sehingga juara umum masih terbuka lebar. Ini membuat peta persaingan semakin ketat, khususnya di cabang olahraga wushu yang masih akan mempertandingkan beberapa nomor di hari terakhir,” ujar Ketua Panitia PON Bela Diri Kudus 2025, Ryan Gozali saat sesi jumpa pers pada Sabtu (25/10).

Hingga Sabtu 25 Oktober 2025, DKI Jakarta masih memimpin klasemen umum medali PON Bela Diri 2025 dengan raihan 36 emas, 21 perak dan 30 perunggu. Jawa Barat membayangi di posisi kedua dengan 34 emas, 18 perak dan 35 perunggu. Jawa Timur menempati urutan tiga dengan 27 emas, 13 perak dan 10 perunggu.

Ketat di Cabor Wushu

Sinyal ketatnya persaingan perburuan medali pada tahap ketiga PON Bela Diri Kudus 2025 terlihat dari kontingen Jawa Timur (Jatim), yang berhasil mendominasi perolehan medali emas sementara pada cabang olahraga wushu sejak Jumat (24/10).

Dari delapan medali emas yang diperebutkan pada nomor taolu – kung fu, Jatim berhasil memborong setengah lusin keping emas sekaligus. Sehari kemudian, Sabtu (25/10), Jatim kembali menambah dua medali emas melalui Muhammad Daffa "Golden Boy" Hidayatullah di nomor jian shu putra dan Jennifer Tjahyadi di nomor gun shu putri. Jatim kini memimpin klasemen sementara perolehan medali wushu dengan 12 medali yang terdiri atas delapan medali emas, tiga medali perak, serta satu perunggu.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Daffa dan Jennifer kembali melanjutkan tren positif setelah sehari lalu masing-masing atlet sukses merebut medali emas di nomor chang quan putra dan putri. Jennifer pun meluapkan rasa gembiranya atas pencapaian dua keping emas yang berhasil diraih dalam dua hari terakhir. "Saya bangga bisa menyumbangkan dua medali emas untuk Jawa Timur, tetapi perjuangan belum selesai karena masih ada satu pertandingan lagi besok. Semoga saya bisa tetap tampil maksimal dan memberikan hasil terbaik bagi Jawa Timur," katanya.

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan