PON Bela Diri 2025 Mulai Pertandingkan Ju-Jitsu dan Wushu, Jabar Masih Berkuasa

PON Bela Diri 2025 akan segera berakhir. Wushu dan Jiu-Jitsu menjadi cabor yang memulai persaingan di saat akhir.

OlehThomas
Diterbitkan 25 Oktober 2025, 07:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- PON Bela Diri 2025 di Kudus mulai mempertandingkan cabang olahraga Ju-Jitsu dan Wushu pada Jumat (24/10/2025). Wushu berlangsung di Djarum Arena, Kaliput dengan mempertandingkan nomor taolu (seni jurus) dan sanda (tanding) putra dan putri dengan total 24 kelas.

Selain wushu, ju-jitsu juga menggelar laga perdananya sebagai bagian dari tahap penutup ajang multi-cabang di kota kretek itu.

Rangkaian pertandingan ju-jitsu digelar selama dua hari, Jumat (24/6) hingga Sabtu (25/9), mempertandingkan total 15 nomor dari tiga kategori, yaitu show system, fighting system, dan newaza. Pada hari pertama, cabang olahraga ini mempertandingkan kategori show system dan fighting system, dengan sembilan medali emas yang diperebutkan.

Sehari berselang, nomor newaza digelar dengan enam medali emas tambahan. Secara keseluruhan, sebanyak 153 atlet ju-jitsu dari 34 provinsi berkompetisi memperebutkan 15 medali emas sepanjang dua hari penyelenggaraan.

Cabang olahraga karate sudah menuntaskan rangkaian pertandingan hari pertama pada PON Bela Diri 2025, yang digelar di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (23/10) petang. Pada hari pembuka tersebut, kontingen Jawa Timur, Lampung, Jawa Tengah (Jateng), Banten, dan Nusa Tenggara Barat, masing-masing berhasil meraih medali emas perdana.

Meski demikian, tuan rumah Jateng menempati posisi teratas dalam daftar perolehan medali sementara cabang olahraga ini berkat tambahan satu keping perunggu.

Aksi Sengit PON Bela Diri 2025

Beberapa sorotan pada hari pertama cabang olahraga karate datang dari nomor kata perorangan putra ketika karateka asal Nusa Tenggara Barat, Ahmad Zigi Zaresta Yuda, berhasil meraih medali emas. Sementara, Marzella Sekar (Banten) tampil gemilang dengan menjuarai nomor kata perorangan putri.

Pertandingan juga menyajikan aksi sengit di nomor kumite, dengan Fahrel Apriyansah Amartha (Lampung) keluar sebagai juara di kelas -60kg putra, sedangkan Ignatius Joshua Kandou (Jawa Timur) sukses meraih medali emas di kelas -75kg putra. Penampilan impresif lainnya datang dari Hera Irnandha (Jawa Tengah), yang menyumbangkan medali emas bagi tuan rumah pada nomor kumite +68kg putri.

Sementara, dalam seremoni pembukaan cabang olahraga karate, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya PON Bela Diri Kudus 2025. Ia berharap ajang tersebut dapat terus berlanjut dan menjadi wadah pembinaan atlet-atlet bela diri nasional di masa depan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Yoppy juga menegaskan komitmen Djarum Foundation untuk terus mendukung PB FORKI maupun induk olahraga bela diri lainnya. Bahkan, Djarum Arena disebutnya selalu terbuka untuk menjadi tuan rumah dan digunakan untuk berbagai kejuaraan, baik di tingkat kabupaten, provinsi, nasional, hingga internasional. "Kami pastikan GOR ini akan selalu hidup dan ramai oleh aktivitas olahraga. Kudus siap menerima kalian, dan Djarum Foundation siap mendukung kalian," jelasnya. Adapun, setelah menuntaskan pertandingan hari pertama, cabang olahraga karate pada PON Bela Diri Kudus 2025 melanjutkan rangkaian pertandingan pada Jumat (24/10), dengan tetap menggunakan satu arena pertandingan di Djarum Arena 2A. Pada hari kedua ini, karate mempertandingkan nomor kata beregu putra dan putri, serta kumite -67 kg putra, kumite -55 kg putra, dan kumite +84 kg putra. Seluruh pertandingan dimulai pukul 08.00 WIB dan akan ditutup dengan seremoni penyerahan medali sesudah seluruh nomor selesai dipertandingkan.

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan