Pertarungan Tiga Monster: Haaland, Kane, dan Mbappe Berebut Takhta Eropa

Erling Haaland, Harry Kane, dan Kylian Mbappe sedang bersaing ketat sebagai pencetak gol terbaik Eropa. Siapa yang paling pantas disebut striker nomor satu dunia?

Diterbitkan 20 Oktober 2025, 10:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Tiga penyerang terbaik dunia sedang berada di puncak performa mereka. Erling Haaland, Harry Kane, dan Kylian Mbappe tak hanya bersaing memperebutkan gelar top skor Liga Champions, tetapi juga membuka jalan menuju Ballon d’Or tahun depan.

Menjelang kembalinya Liga Champions pekan ini, ketiganya mencatat statistik mencengangkan. Haaland menjadi mesin gol Manchester City dan Norwegia, Kane membawa Bayern Munich melaju dengan stabil, sementara Mbappe tampil menakutkan bersama Real Madrid.

Tiga gaya berbeda, tiga liga berbeda, tetapi satu kesamaan: efektivitas dan daya rusak yang luar biasa di depan gawang. AFP Sports merangkum performa mereka, dan data yang menunjukkan siapa yang paling dominan sejauh ini.

Erling Haaland: Mesin Gol yang Tak Bisa Dihentikan

Erling Haaland memimpin daftar pencetak gol dengan 23 gol hanya dari 13 pertandingan. Penyerang 25 tahun ini menjadi alasan utama Manchester City kembali ke jalur persaingan Premier League dan Norwegia mendekati Piala Dunia pertama mereka sejak 1998.

Satu-satunya pertandingan di mana Haaland gagal mencetak gol musim ini hanyalah pengecualian. Ia kini telah mencetak gol dalam 11 laga beruntun, termasuk dua gol ke gawang Everton akhir pekan lalu yang mengangkat total golnya di Premier League menjadi 11.

Alan Shearer, top skor sepanjang masa Premier League, menyebut Haaland sebagai prototipe striker sempurna. Katanya, “Jika Anda ingin membangun penyerang ideal dari nol, lihat Haaland. Ia punya kecepatan, kekuatan, kemampuan duel udara, dan tidak mudah terganggu meski jarang menyentuh bola.”

Kritik bahwa Haaland gagal tampil tajam di level internasional kini tak lagi relevan. Ia telah mencetak 12 gol dalam enam laga kualifikasi, membawa Norwegia menuju impian besar mereka. Kini, Haaland tak hanya menjadi predator bagi klub, tetapi juga ikon kebangkitan sepakbola negaranya.

Harry Kane: Konsistensi yang Tak Pernah Retak

Sejak meninggalkan Inggris untuk bergabung dengan Bayern Munich, Harry Kane menjelma menjadi definisi konsistensi. Gol sundulannya melawan Borussia Dortmund di Der Klassiker menandai gol ke-22 musim ini.

Kapten tim nasional Inggris itu juga tampil subur di level internasional, dengan tiga gol dalam tiga pertandingan yang membawa The Three Lions menjadi tim Eropa pertama lolos ke Piala Dunia dengan catatan sempurna.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Meski sempat diragukan ketika meninggalkan Premier League, Kane membuktikan dirinya bisa beradaptasi di Jerman. Sejak berseragam Bayern, ia mencetak 104 gol dalam 107 pertandingan, rasio mencetak gol yang luar biasa untuk penyerang berusia 32 tahun. Musim ini saja, Kane telah mencetak 19 gol dalam 11 laga di semua kompetisi untuk Bayern. Ia juga mencatat empat gol di Liga Champions melawan Chelsea dan Pafos. Dengan Bayern kembali kokoh di puncak Bundesliga, satu target tersisa kini menjadi prioritas: trofi Liga Champions yang selama ini selalu lolos dari genggamannya.

Halaman
Show All
Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan