Ekosistem Sepak Bola Putri Indonesia Semakin Membaik, Ada Liga Kelompok Usia 15 dan 18 Pertama

Hydroplus Soccer League siap bergulir Oktober 2025, membawa harapan baru bagi pengembangan ekosistem sepak bola putri Indonesia melalui pembinaan berjenjang U-15 dan U-18 di empat kota besar.

OlehThomas
Diterbitkan 01 Oktober 2025, 19:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Kompetisi ini dijadwalkan berlangsung mulai awal Oktober 2025 hingga pertengahan 2026, dengan pelaksanaan di empat kota besar. Event ini akan bergulir di Jakarta mulai 4 Oktober 2025 hingga 31 Mei 2026 dengan melibatkan 16 tim di U-15 dan 10 tim pada U-18. Disusul Bandung pada 11 Oktober 2025 hingga 7 Juni 2026 (16 tim U-15 dan 8 tim U-18).

Pada saat yang bersamaan, kompetisi juga digelar di Kota Pahlawan, Surabaya (8 tim U-15 dan 8 Tim U-18).

Selanjutnya, Kudus akan memulai penyelenggaraan kompetisi pada 3 Januari 2026 hingga 23 Mei 2026 (16 tim U-15 dan 8 tim U-18). Nantinya, para juara dan runner-up di setiap kota akan mendapat tiket untuk berlaga di HYDROPLUS Soccer League All-Stars yang akan dihelat di Kudus pada Juli 2026.

Komitmen Jangka Panjang dan Prospek Profesional

Keberlanjutan Hydroplus Soccer League menjadi prioritas utama. Direktur Program Hydroplus Soccer League, Teddy Tjahjono, menegaskan bahwa Bakti Olahraga Djarum Foundation telah menyusun peta jalan pengembangan ekosistem sepak bola putri yang ambisius.

"Soccer League melengkapi piramida pengembangan ekosistem sepak bola putri yang sudah diawali dengan pemassalan di akar rumput melalui MilkLife Soccer Challenge dan turnamen usia dini dalam Piala Pertiwi. Kami berharap, liga untuk U-15 dan U-18 ini menjadi wadah bagi para pesepakbola putri dalam menapaki jenjang karier mereka menuju level profesional," ujar Teddy.

Ajang ini tidak hanya sekadar kompetisi, melainkan juga sebuah jembatan penting menuju liga sepak bola putri profesional yang dijanjikan PSSI pada tahun 2027. Diharapkan, liga U-15 dan U-18 ini dapat menjadi wadah bagi para pesepak bola putri untuk menapaki jenjang karier mereka menuju level tertinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Antusiasme terhadap Hydroplus Soccer League sangat tinggi, baik dari pemain maupun pelatih. Albianca Raula, jebolan MilkLife Soccer Challenge, mengungkapkan kegembiraannya atas adanya liga khusus putri ini. Dukungan serupa juga datang dari Direktur Teknik Raga Negeri Football Academy, Yopi Riwoe, yang menilai liga ini krusial bagi ekosistem sepak bola wanita Indonesia.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan