Komentar Ruben Amorim Usai Manchester United Tumbang dari Brentford: Bola Pertama, Bola Kedua, dan Bola Mati

Pelatih asal Portugal itu secara gamblang menilai United gagal menguasai pertandingan lawan Brentford sejak awal

Diterbitkan 28 September 2025, 06:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Krisis Manchester United di bawah arahan Ruben Amorim semakin dalam setelah menelan kekalahan 1-3 dari Brentford pada laga pekan ke-6 Premier League 2025/2026, Sabtu (27/9) malam WIB. Hasil ini memperpanjang catatan buruk Setan Merah.

Laga di Stadion GTech memperlihatkan kelemahan Manchester United dalam bertahan. Igor Thiago memborong dua gol cepat di 20 menit pertama dan membuat lini belakang tim tamu terlihat rapuh.

Manchester United memang sempat membalas melalui Benjamin Sesko, tetapi momentum itu hilang ketika Bruno Fernandes gagal memanfaatkan penalti. Brentford yang tampil lebih efektif justru memastikan kemenangan lewat gol Mathias Jensen di masa injury time.

Usai laga, Amorim tidak menampik performa buruk timnya. Ia dengan jujur mengakui bahwa United memang pantas kalah dan tak mampu mengendalikan jalannya pertandingan. Amorim juga menegaskan bahwa timnya harus segera berbenah agar bisa kembali bersaing di level teratas Premier League.

Amorim: Kami Tidak Mengendalikan Permainan

Pelatih asal Portugal itu secara gamblang menilai United gagal menguasai pertandingan sejak awal. Kesalahan dalam mengantisipasi bola mati dan duel-duel krusial menjadi faktor utama yang membuat mereka terus berada dalam tekanan.

“Kami tidak mengendalikan permainan. Kami bermain melawan Brentford," buka Ruben Amorim pada TNT Sports.

"Bola pertama, bola kedua, bola mati. Semua momen krusial merugikan kami. Sulit untuk kalah lagi, tetapi kami perlu memikirkan pertandingan berikutnya," imbuh manajer asal Portugal tersebut.

Evaluasi dan Pesan untuk Pemain

Amorim menyoroti kelemahan timnya dalam mengantisipasi serangan sederhana dari Brentford. Ia mengaku kecewa karena hal-hal yang sudah dilatih dalam sepekan terakhir tetap menjadi kelemahan yang dimanfaatkan lawan.

"Gol pertama adalah umpan panjang. Kami melatihnya sepanjang pekan, dan juga bola mati. Kami tahu umpan panjang akan datang dan setelah satu sentuhan, mereka mendapat peluang."

"Kami perlu bermain lebih baik. Kami tidak memainkan permainan kami. Kami hanya memegang kendali untuk beberapa saat. Tapi semuanya kurang lebih sama," tegasnya.

Sumber: Metro

Klasemen Premier League 2025/2026

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Erling Haaland dan Ketergantungan Norwegia di Piala Dunia 2026

Asad ArifinTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan