4 Faktor Eksternal yang Bisa Ganggu Performa Timnas Indonesia di Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026

Timnas Indonesia akan menghadapi tantangan berat di putaran 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026. Bukan hanya karena intensitas persaingan juga lawan-lawan yang makin kuat, ada setidaknya 4 faktor eksternal lain yang berpotensi memperberat kiprah skuad Garuda, apa saja itu?

Diterbitkan 23 September 2025, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Indonesia kembali dihadapkan pada sejumlah tantangan signifikan jelang bergulirnya putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia pada 8-14 Oktober 2025.

Sebagaimana diketahui, skuad Garuda telah dipastikan tergabung dalam Grup B bersama lawan berat sekelas Irak dan Arab Saudi.

Pasukan Merah Putih sudah berpengalaman jumpa dua lawan tersebut di ronde sebelumnya. Hanya saja, Timnas Indonesia belum pernah menang dalam 3 pertandingan terakhir melawan Irak sejak November 2023.

Di sisi lain, skuad Garuda sempat menang 2-0 atas Arab Saudi di ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia. Namun, hal itu terjadi ketika Timnas Indonesia menyandang status tuan rumah dan bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Menghadi putaran 4, perjalanan skuad Garuda menuju panggung dunia diprediksi tidak akan mudah. Pasalnya, cuma juara grup yang berhak melaju otomatis ke kompetisi sepak bola terakbar empat tahunan.

Tim runner-up grup masih harus diadu dalam pertandingan dua leg. Pemenangnya baru akan bertarung dalam play-off antarkonfederasi guna memperebutkan sisa tiket Piala Dunia 2026.

Belum lagi masih ada sejumlah faktor eksternal yang berpotensi merugikan Timnas Indonesia di ronde keempat kualifikasi. Apa saja itu? Simak ulasan lengkapnya pada halaman berikut.

1. Kontroversi Penunjukan Wasit Timur Tengah

Penunjukan wasit untuk pertandingan krusial Timnas Indonesia di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 sempat menimblkan sorotan dari PSSI.

Hal itu lantaran federasi sepak bola tanah air mendapati AFC menunjuk wasit asal negeri Timur Tengah, tepatnya Kuwait, untuk memimpin duel kontra Arab Saudi.

Hal ini menyebabkan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, sempat mengirim surat protes. Pihaknya merasa penunjukan wasit dari regional yang sama dengan tim lawan dapat mengurangi netralitas dalam pertandingan.

Untuk itu, Erick berharap AFC melakukan perubahan dengan  menunjuk wasit dari kawasan lebih netral seperti Jepang, Tiongkok, Australia, atau bahkan Eropa.

 

2. Pembatasan Suporter Indonesia

Dukungan penuh dari suporter merupakan salah satu sumber kekuatan Timnas Indonesia. Namun di putaran keempat ini, AFC memberlakukan pembatasan terhadap kuota suporter skuad Garuda.

Padahal menurut Ketua Umum PSSI, Jay Idzes dan kawan-kawan harusnya bisa memperoleh dukungan besar ketika bermain di Arab Saudi.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Isu yang beredar menyebut suporter Indonesia mungkin hanya bakal mendapat jatah sekitar 8 persen di pertandingan tersebut. Jika hal ini benar terjadi, cuma ada kurang dari 5.000 fans Timnas Indonesia yang bisa menonton langsung dari total kapasitas Stadion King Abdullah Sports City yang mencapai 62.345 orang.

Halaman
Show All
Theresia Melinda Indrasari, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan