Arne Time Hadir! Liverpool Kini Punya Kebiasaan Cetak Gol Telat ala Fergie Time

Liverpool di era Arne Slot sering menang dramatis lewat gol telat. Fenomena ini mengingatkan pada Fergie Time di era kejayaan Manchester United.

Diperbarui 18 September 2025, 11:53 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Liverpool kembali mencatat kemenangan dramatis di pentas Liga Champions. Menjamu Atletico Madrid di Anfield pada Kamis (18/9/2025) dini hari WIB, The Reds menutup laga dengan skor 3-2.

Gol cepat Andrew Robertson pada menit ke-4' dan Mohamed Salah pada menit ke-6' sempat membuat tuan rumah nyaman. Namun Atletico bangkit lewat dua gol Marcos Llorente di menit 45+3' dan 81'.

Ketegangan laga pecah di akhir pertandingan ketika Virgil van Dijk muncul sebagai pahlawan. Sundulannya di menit 90+2' memastikan kemenangan dramatis bagi Liverpool.

Kemenangan ini mempertegas tren baru The Reds di bawah asuhan Arne Slot. Mereka tampak memiliki kebiasaan mencetak gol-gol penentu di menit-menit akhir laga.

Tren Gol Telat Liverpool

Liverpool menunjukkan wajah baru dalam empat laga terakhirnya di semua kompetisi. Menariknya, hampir semua kemenangan diraih dengan cara dramatis lewat gol telat.

Saat menjamu Bournemouth di Premier League, Liverpool menang 4-2. Gol Federico Chiesa menit ke-88' dan Mohamed Salah menit ke-90+4' jadi penentu tiga poin.

Kemudian, lawatan ke markas Newcastle juga penuh drama. Setelah sempat unggul 2-1, The Reds memastikan kemenangan 3-2 lewat gol Rio Ngumoha di menit 90+10'.

Drama berlanjut saat menghadapi Burnley, di mana Mohamed Salah mencetak penalti di menit 90+5' untuk membawa kemenangan 1-0. Terbaru, gol sundulan Van Dijk di menit 90+2 melawan Atletico menegaskan pola yang sama.

Lahirnya Arne Time

Kebiasaan mencetak gol telat membuat publik mulai memberi label baru: “Arne Time”. Fenomena ini muncul sebagai cerminan mental pantang menyerah ala skuad Arne Slot.

Seperti halnya “Fergie Time” milik Manchester United di era Sir Alex Ferguson, Arne Time identik dengan momen dramatis. Bedanya, Liverpool melakukannya di era sepak bola modern dengan tekanan tinggi Premier League dan Liga Champions.

Arne Time juga membuktikan betapa dalamnya skuad Liverpool saat ini. Nama-nama seperti Salah, Chiesa, hingga pemain muda Ngumoha, semua mampu jadi penentu kemenangan di momen kritis.

Dengan pola ini, Liverpool semakin dikenal sebagai tim yang tak pernah menyerah hingga peluit akhir. Tidak heran jika publik mulai mengaitkan era Slot dengan memori kejayaan Fergie Time.

Fergie Time, Dari Gol Owen Hingga Solskjaer

Istilah Fergie Time lahir karena Manchester United sering mencetak gol penting di menit akhir era Sir Alex Ferguson. Semangat pantang menyerah itu jadi salah satu kunci kejayaan mereka.

Salah satu momen paling ikonis terjadi pada 2009. Michael Owen mencetak gol di menit keenam injury time untuk memastikan kemenangan 4-3 atas Manchester City.

Contoh lain datang dari final Liga Champions 1999. Ole Gunnar Solskjaer mencetak gol kemenangan dramatis melawan Bayern Munchen di menit akhir, membawa trofi ke Old Trafford.

Gol penentu Steve Bruce ke gawang Sheffield Wednesday pada 1993 dan lesakan Federico Macheda kontra Aston Villa pada 2009 juga menjadi bagian dari memori Fergie Time. Liverpool kini tampak mencoba menapaki jalan serupa bersama Arne Slot.

Klasemen Liga Champions

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Tempat Menonton Kolombia vs Portugal di Piala Dunia 2026

Dimas Ardi PrasetyaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan