Nasib Berbalik di Real Madrid: Mbappe Bersinar, Vinicius Terpinggirkan?

Kylian Mbappe kini jadi pemimpin baru Real Madrid, sementara Vinicius Jr merosot tajam. Dari Ballon d'Or favorit, kini posisinya terancam.

Diperbarui 16 September 2025, 19:39 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Kontras perjalanan Kylian Mbappe dan Vinicius Junior di Real Madrid kini menjadi sorotan. Dalam kemenangan 2-1 atas Real Sociedad, Mbappe tampil sebagai bintang, sementara Vinicius justru mengecewakan.

Gol indah dan assist cemerlang Mbappe memperlihatkan betapa pentingnya peran kapten timnas Prancis itu. Sebaliknya, Vinicius kembali tampil di bawah standar dan ditarik keluar lebih cepat dari biasanya.

Padahal, kurang dari setahun lalu, situasinya berbeda jauh. Vinicius sempat jadi favorit peraih Ballon d’Or, sementara Mbappe masih berjuang keras beradaptasi di Bernabeu.

Perubahan cepat ini menimbulkan tanda tanya besar: apakah Vinicius masih bisa menemukan kembali performa terbaiknya di tengah dominasi Mbappe?

Mbappe Ambil Alih Status Pemimpin Madrid

Musim lalu sempat jadi titik balik bagi Mbappe. Setelah awal yang sulit karena cedera dan masalah pribadi, ia mengaku melakukan perubahan mental. Sejak Januari, kontribusinya semakin menonjol di lapangan.

Mbappe menutup musim dengan torehan 44 gol, rekor untuk pemain debutan Madrid, dan menjadi pencetak gol terbanyak di Eropa dengan 31 gol di La Liga. Performanya itu langsung menahbiskan dirinya sebagai pemimpin baru tim.

Dominasi Mbappe makin terasa musim ini. Ia tampil tajam sebagai striker utama, mengoleksi empat gol dalam empat laga, bahkan mengambil peran penting sebagai eksekutor penalti dan terkadang tendangan bebas.

Xabi Alonso, pelatih baru Madrid, pun menegaskan pentingnya sosok Mbappe. “Kylian fundamental, dalam kondisi terbaik, baik secara permainan maupun kepribadian,” ucap Alonso.

Vinicius Junior Alami Penurunan Tajam

Berbanding terbalik, Vinicius Jr mengalami penurunan drastis sejak akhir musim lalu. Setelah gagal meraih Ballon d’Or 2024 yang dimenangkan Rodri, performanya jatuh bebas.

Dalam paruh kedua musim 2024/2025, ia hanya mencetak tiga gol di La Liga dan satu gol di Liga Champions. Madrid pun terhenti di perempat final, mempertegas kemerosotan sang winger.

Situasi semakin rumit ketika Alonso masuk dengan sistem baru yang menuntut peran berbeda dari para penyerang. Vinicius beberapa kali dicadangkan, bahkan dikejutkan dengan keputusan rotasi yang memberinya peran kurang familiar.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Meski sempat mencetak gol penentu kemenangan lawan Real Mallorca, inkonsistensi Vinicius membuat posisinya tidak aman. Suporter pun mulai melayangkan kritik, bahkan sempat terdengar siulan untuknya di Bernabeu.

Halaman
Show All
Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan