Persebaya Tunggu Keputusan Komdis PSSI untuk Francisco Rivera, Siap Hadapi Semen Padang

Pelatih Persebaya, Eduardo Perez, menanti keputusan Komdis PSSI terkait sanksi Francisco Rivera, sembari fokus persiapan laga krusial kontra Semen Padang.

Diterbitkan 16 September 2025, 18:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pelatih Persebaya Surabaya Eduardo Perez saat ini tengah menantikan keputusan resmi dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI terkait sanksi yang akan dijatuhkan kepada pemainnya, Francisco Rivera.

Pemain kunci tersebut diganjar kartu merah pada pertandingan sengit melawan Persib Bandung yang berlangsung pada Jumat, 12 September lalu. Situasi ini menjadi perhatian utama tim Bajul Ijo di tengah persiapan intensif mereka.

Meskipun demikian, fokus tim tidak goyah. Persebaya tetap melanjutkan persiapan matang untuk menghadapi laga penting kontra Semen Padang dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026. Pertandingan pekan keenam ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 19 September, pukul 19.00 WIB, dan diharapkan seluruh pemain dapat memberikan performa terbaiknya.

Pernyataan mengenai penantian sanksi dan persiapan tim ini disampaikan langsung oleh "coach Edu", panggilan akrab Eduardo Perez, di sela-sela memimpin sesi latihan di Lapangan ABC Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya pada Senin. Ia berharap sanksi untuk Rivera tidak terlalu berat agar pemain tersebut bisa segera kembali memperkuat skuad Persebaya dalam waktu dekat.

Penantian Sanksi Francisco Rivera

Eduardo Perez secara terbuka mengungkapkan harapannya agar Komite Disiplin PSSI memberikan hukuman minimal kepada Francisco Rivera. Pemain asal Spanyol itu mendapatkan kartu merah saat menghadapi Persib Bandung, yang memicu kekhawatiran akan absennya di laga-laga mendatang. Kehadiran Rivera sangat penting bagi strategi tim Persebaya di lini tengah.

"Kami berharap hanya mendapat hukuman minimal agar bisa segera kembali memperkuat tim," kata coach Edu.

Absennya Rivera tentu akan menjadi kerugian besar bagi Persebaya, mengingat kontribusinya selama ini. Tim pelatih dan manajemen terus memantau perkembangan keputusan Komdis PSSI.

Insiden kartu merah tersebut terjadi pada pertandingan yang berlangsung ketat dan penuh tensi tinggi. Persebaya sangat membutuhkan kekuatan penuh untuk bersaing di papan atas liga. Oleh karena itu, harapan agar Rivera bisa segera bermain lagi menjadi prioritas.

Fokus Persiapan Kontra Semen Padang

Terlepas dari isu sanksi, Persebaya tidak mengendurkan semangat dalam mempersiapkan diri menghadapi Semen Padang. Laga ini merupakan bagian dari pekan keenam BRI Super League 2025/2026 yang krusial. Seluruh pemain dilaporkan berlatih keras sepanjang pekan untuk meraih hasil maksimal.

Pelatih Eduardo Perez Moran, pelatih asal Spanyol, menyoroti Semen Padang sebagai tim yang solid dan patut diwaspadai. Ia menekankan bahwa setiap pertandingan di liga sangat ketat dan semua tim memiliki peluang untuk menang. "Semua pertandingan di liga ini sangat ketat. Tahun ini semua tim bisa menang. Pertandingan ini sangat penting bagi kami," ujarnya.

Kesiapan fisik dan mental pemain menjadi kunci utama dalam menghadapi lawan yang tangguh seperti Semen Padang. Persebaya bertekad untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen sementara. Pertandingan ini akan menjadi ajang pembuktian hasil kerja keras tim selama latihan.

Kembalinya Rahmat Irianto dan Analisis Tim

Sebuah angin segar datang bagi Persebaya dengan kembalinya Rahmat Irianto, atau akrab disapa Rian, setelah pulih dari cedera panjangnya. Kehadiran Rian yang bahkan sanggup bermain saat melawan Persib Bandung dianggap membawa dampak positif bagi tim. Pemain ini dikenal memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi di berbagai posisi.

Eduardo Perez mengungkapkan kegembiraannya atas kembalinya Rian, menyebutnya sebagai pemain yang sangat penting bagi setiap pelatih. "Dia pemain yang sangat penting bagi semua pelatih, karena dia matang dan bisa bermain di berbagai posisi," kata coach Edu. Kembalinya Rian menambah kedalaman skuad Persebaya dan opsi strategi.

Untuk menjaga asa memperbaiki peringkat di papan atas BRI Super League, coach Edu juga menambahkan bahwa tim telah melakukan analisis mendalam pasca-pertandingan kontra Persib Bandung. Analisis ini bertujuan untuk mengevaluasi performa tim dan mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan. Dengan demikian, Persebaya dapat tampil lebih optimal di laga-laga berikutnya.

Terkait komentar warganet mengenai gaya bermain Toni yang dianggap kasar, Eduardo Perez memberikan pembelaan. Menurutnya, Toni tampil kuat dan pelanggaran yang dilakukannya hanyalah pelanggaran biasa yang pantas diganjar kartu kuning. "Menurut saya itu memang pelanggaran biasa, dan pantas kartu kuning," tuturnya, menegaskan pandangannya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan