PSMS Medan Gagal Menang di Laga Perdana Pegadaian Championship, Kas Hartadi Benahi Finishing Touch di Lini Serang

Kas Hartadi melihat kelemahan PSMS Medan di laga perdana Pegadaian Championship 2025/2026.

Diperbarui 13 September 2025, 15:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- PSMS Medan tak mampu meraih hasil maksimal di laga pembuka Pegadaian Championship 2025/2026. Bermain di Stadion Utama Sumatera Utara, Jumat, 12 September 2025, Ayam Kinantan kalah dengan skor tipis 1-0 ketika menjamu Pesekat Tegal.

Bermain dihadapan 6 ribu lebih pendukungnya, PSMS Medan mencoba menekan di awal babak pertama. Anak asuh Kas Hartadi mencoba menekan pertahanan Persekat yang dikoordinir Joko Susilo dan Luri Barbosa. 

Praktis babak pertama laga berjalan monoton karena kedua tim tanpa peluang berbahaya di lini serang. 

Memasuki babak kedua, PSMS menaikkan intensitas serangan dengan memainkan Rifal Lastori dan satu lagi pemain asingnya, di babak kedua PSMS menguasai jalannya pertandingan.

Namun di masa injury time babak kedua melalui serangan balik cepat, Persekat mencetak gol di menit 95, melalui Edward Rocky Gonzalez yang memanfaatkan ruang kosong di pertahanan PSMS.

Seusai laga, Pelatih PSMS Medan Kas Hartadi mengucapkan permintaan maaf kepada para pecinta Ayam Kinantan karena gagal memberikan hasil maksimal di laga pembuka tersebut.

"Kita akan melakukan evaluasi, khususnya di penyelesaian akhir. Dimana kita bisa menguasai jalannya pertandingan, namun gagal mencetak gol," ucapnya.

 

Persekat Bangga

Pelatih Persekat, I Putu Gede mengaku sangat bangga dengan penampilan anak asuhnya yang mampu mempertahankan mental bertandingnya menghadapi tim dengan sejarah panjang seperti PSMS Medan.

"Ini hasil yang di luar dugaan. Saya bangga dengan semangat tim di laga tadi," sebutnya.

 

Terobosan Pegadaian Championship

Pembukaan Liga 2 Pegadaian Championship 2025/2026, ditandai dengan tendangan pertama yang dilakukan Ketua PSSI, Gubernur Sumatera Utara, Perwakilan PT Pegadaian dan I.league.

Salah satu terobosan besar yang menjadi sorotan utama musim ini adalah penggunaan teknologi VAR (Video Assistant Referee) untuk pertama kalinya. Inovasi ini mencerminkan langkah maju I.League dalam mengedepankan transparansi, keadilan, serta profesionalitas dalam pengelolaan kompetisi.

“Transformasi yang kami lakukan hari ini bukan sekadar soal pergantian nama. Ini adalah bentuk komitmen kami terhadap masa depan sepak bola Indonesia. I.League terus berbenah dan berkembang agar kompetisi di Indonesia tak hanya lebih menarik, tapi juga setara dengan standar internasional. Hadirnya VAR di Pegadaian Championship 2025/26 adalah sejarah baru. Bukan hanya untuk kami, tetapi juga untuk sepak bola Asia. VAR di kasta kedua bukan hal yang umum, tapi kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia berani, siap, dan serius," jelas Ferry Paulus, President Director I.League.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Jepang Kandas, Asia Sisa 1 di Piala Dunia 2026

Reza Efendi, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan