Naik-Turun Karier Andre Onana: Dari Puncak Inter ke Krisis di Manchester United

Karier Andre Onana penuh pasang surut. Dari kejayaan di Inter hingga kesulitan di Manchester United, kiper Kamerun ini terus jadi sosok yang membelah opini.

Diperbarui 11 September 2025, 14:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Hidup Andre Onana selalu diwarnai naik-turun yang tajam. Ada saat ketika ia tampil sebagai kiper brilian, namun tak jarang juga terjerumus ke dalam periode mediokritas.

Musim lalu menjadi salah satu yang paling mengecewakan bagi Manchester United. Klub hanya finis dua posisi di atas zona degradasi dan kalah di final Liga Europa dari Tottenham, sehingga gagal lolos ke kompetisi Eropa.

Hampir semua pemain tampil di bawah ekspektasi, termasuk Onana yang tidak lepas dari sorotan. Sebagai kiper, ia kerap memberi momen penyelamatan penting, tetapi juga melakukan blunder yang merugikan tim.

Dari United ke Turki

Situasi Onana makin rumit ketika kursi pelatih berganti. Jika pelatih percaya padanya, risiko bisa ditoleransi, tetapi begitu ada pergantian, posisinya langsung terancam.

Dalam sekejap, ia yang sebelumnya kiper utama United harus rela hengkang ke Turki. Pergeseran ini bukan hal baru dalam kariernya yang kerap berubah drastis.

Publik masih ingat transformasinya dari kiper utama Ajax yang memukau Eropa di 2019, lalu terkena skorsing doping selama setahun. Kasus itu, menurut Onana, hanya karena mengonsumsi pil milik istrinya.

Masa Keemasan Tak Terulang

Periode terbaik Onana sebenarnya terjadi di Inter Milan. Di sana ia dinobatkan sebagai kiper terbaik Serie A dan kemudian dilepas dengan harga hampir 60 juta euro, padahal datang gratis setelah skorsingnya berakhir.

Kini, di usia 29 tahun, ia tampak sulit menemukan konsistensi. Padahal dengan refleks cepat dan kemampuan menguasai bola seperti bek tengah, ia sempat digadang-gadang bisa mendominasi posisinya di level tertinggi.

Musim lalu bersama United, Onana bermain 50 kali di semua kompetisi dengan total 4.500 menit. Ia kebobolan 65 gol dan hanya mencatat 11 clean sheet, angka yang menggambarkan kontradiksi antara potensi dan realita.

 
 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Tempat Menonton Amerika Serikat vs Bosnia-Herzegovina di Piala Dunia 2026

Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan