Angin Segar untuk Timnas Italia: Formasi 4-4-2 Gattuso dan Duet Kean-Retegui yang Tajam

Gennaro Gattuso membuka lembaran baru bersama Timnas Italia dengan cara yang cukup meyakinkan

Diperbarui 09 September 2025, 17:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Gennaro Gattuso membuka lembaran baru bersama Timnas Italia dengan cara yang cukup meyakinkan. Pada dua laga awalnya sebagai pelatih Gli Azzurri, eks gelandang AC Milan itu langsung menampilkan permainan menyerang dengan formasi 4-4-2.

Hasilnya terlihat impresif. Italia menghancurkan Estonia dengan skor telak 5-0, lalu melanjutkan tren positif lewat kemenangan dramatis 5-4 atas Israel.

Pada dua pertandingan tersebut, Italia mencetak total 10 gol, sebuah catatan yang pantas mendapat apresiasi meskipun lawan yang dihadapi belum sekelas tim elit Eropa.

Yang menarik, Gattuso sukses menemukan keseimbangan di lini depan. Duet Moise Kean dan Mateo Retegui tampil sangat menjanjikan dengan kontribusi langsung terhadap sebagian besar gol Italia.

Keduanya menunjukkan bahwa formasi 4-4-2 bisa menjadi senjata utama Azzurri dalam persaingan menuju Piala Dunia 2026.

Duet Kean-Retegui Jadi Senjata Mematikan

Moise Kean dan Mateo Retegui langsung nyetel ketika dimainkan bersama di dua laga awal era Gattuso. Pada pertandingan kontra Israel, dua gol Kean tercipta berkat umpan matang dari Retegui. Kombinasi serupa juga hadir ketika Kean mencetak salah satu golnya ke gawang Estonia.

Menariknya, sebelumnya Kean dan Retegui lebih sering bersaing untuk mengisi pos penyerang tengah di starting XI. Namun, Gattuso memutuskan untuk memasang keduanya secara bersamaan, dan hasilnya sungguh positif.

“Mateo dan saya harus bekerja keras hari ini, kami memberikan dampak dan bermain baik bersama, jadi kami ingin mempertahankannya,” ujar Kean kepada Sky Sport Italia.

Jalur Italia Menuju Piala Dunia 2026

Selain menemukan duet maut di lini depan, Italia juga mulai menunjukkan kestabilan dalam permainan. Gattuso memberi sentuhan agresif khas dirinya, dan sejauh ini tim mampu merespons dengan baik.

Retegui bahkan memberikan assist spektakuler lewat backheel yang membuka ruang bagi Kean mencetak gol, menandakan chemistry keduanya terus berkembang.

Saat ini Italia berada di posisi kedua klasemen Grup I Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa dengan sembilan poin dari tiga laga. Mereka masih berada di bawah Norwegia yang meraih poin sempurna, 12 dari empat pertandingan.

Dengan empat laga tersisa, peluang Italia untuk lolos langsung masih terbuka, meski syaratnya berat: mereka harus menyapu bersih kemenangan dan menjaga selisih gol, karena hanya juara grup yang lolos otomatis. Sementara itu, posisi runner-up akan membawa Italia ke babak play-off.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Debut Tragis Senne Lammens di Piala Dunia 2026, Bikin Belgia Tersisih di Perempat Final

Asad ArifinTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan