PBVSI Bubarkan Timnas Voli Putra U-21 usai Kejuaraan Dunia: Jadi Momentum Syukur Sekaligus Evaluasi

PBVSI menggelar acara pembubaran untuk timnas voli putra U-21 yang baru saja berpartisipasi di Kejuaraan Dunia Bola Voli Putra U-21. Acara ini menjadi momentum syukur sekaligus evaluasi buat skuad setelah finis sebagai peringkat 19 turnamen.

Diperbarui 02 September 2025, 13:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Beberapa kali kita kehilangan momentum karena kurang disiplin ketika memimpin. Ini harus menjadi catatan besar. Konsistensi adalah kunci. Jangan puas ketika sudah unggul. Fokus harus dijaga sampai peluit akhir dibunyikan," sambungnya.

Timnas U-21 Bakal Tampil di Proliga

Adapun selepas Kejuaraan Dunia Bola Voli Putra U-21, PBVSI telah menyusun road map guna mempersiapkan para pemain timnas voli putra U-21 menjadi kekuatan masa depan.

Langkah pertama yang diambil ialah dengan mengirim mereka berpartisipasi di Proliga 2026 untuk ketiga kalinya di bawah nama Garuda Jaya.

"Timnas U-21 diproyeksikan untuk tampil di ajang Proliga 2026 dengan nama tim Garuda Jaya. Hal ini bertujuan agar para pemain muda terbiasa menghadapi atmosfer kompetisi profesional dalam negeri," papar Ketum PP PBVSI Imam Sudjarwo.

"Kami ingin anak-anak ini mendapatkan jam terbang lebih. Proliga akan menjadi wadah terbaik. Dengan nama Garuda Jaya, mereka akan terbiasa menghadapi tekanan, suporter, dan dinamika kompetisi profesional," imbuhnya.

Kans Tampil di SEA Games

Selain Proliga, PBVSI turut membuka kans buat timnas voli putra U-21 berpartisipasi di SEA Games 2025 Thailand. Federasi nantinya akan memilih beberapa nama potensial guna memberi pengalaman internasional kepada mereka.

"Kami akan seleksi siapa saja yang layak masuk timnas senior ke SEA Games. Ini bagian dari regenerasi yang berkesinambungan," jelas Imam.

Di tahun yang sama, para pemain U-21 juga akan digaet memperkuat tim berbeda untuk kejuaraan Livoli. Mereka yang tidak masuk proyeksi tim akan tetap dilibatkan dalam kompetisi Piala Ketua Umum PBVSI sehingga seluruh pemain tetap mendapatkan pengalaman bertanding.

Kemudian di tahun 2026, Dawuda Alaihimassalam dan kolega juga berkesempatan ambil bagian dalam Asian Games. Dengan cara ini, federasi meyakini tidak ada pemain yang hilang dari radar pembinaan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Theresia Melinda IndrasariTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan