AADC - Ada Apa dengan City?

Kekalahan 1-2 dari Brighton membuat City mencatat start terburuk sejak musim 2004-2005.

Diperbarui 01 September 2025, 10:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Saat lawan membangun serangan dari belakang, full-back City diminta menekan hingga ke area jauh. Hal ini memaksa bek tengah menutup ruang sayap yang ditinggalkan, area yang bukan keunggulan mereka.

Contohnya terlihat ketika Nathan Ake melawan Spurs dan Rico Lewis saat menghadapi Brighton. Kedua situasi itu membuat City meninggalkan celah di lini belakang.

Kondisi ini dimanfaatkan lawan dengan mudah untuk mengalirkan bola ke ruang kosong. Dari sana, serangan berbahaya lahir dan berujung gol ke gawang City.

Jalan Panjang Musim Ini

Guardiola mencoba meredam kepanikan dengan menekankan bahwa musim masih panjang. "Ini baru satu pertandingan. Musim masih panjang, kita akan lihat apa yang terjadi," ucapnya.

Namun, awal buruk tetap meninggalkan beban besar. City bukan hanya harus mengejar ketertinggalan poin, tetapi juga membenahi kelemahan struktural dalam permainan mereka.

Kembalinya Rodri dan keberadaan Haaland belum cukup untuk menutupi masalah di sisi taktik. City harus mencari solusi agar pressing mereka tidak terus menjadi celah.

Jika tidak segera dibenahi, dua kekalahan beruntun ini bisa menjadi awal dari krisis lebih dalam. Jika itu terjadi, maka pertanyaan "ada apa dengan City?" mungkin akan lebih sulit dijawab seiring berjalannya musim.

Sumber: BBC Sport

Klasemen Premier League/Liga Inggris

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan