Awal Sulit Shin Tae-yong Bersama Ulsan HD di K League 1 2025/2026: Menang Sekali, Kalah Dua Kali!

Dalam dua laga setelah debut Shin Tae-yong, Ulsan HD harus merasakan pahitnya kekalahan beruntun

Diperbarui 27 Agustus 2025, 19:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Shin Tae-yong menjalani periode baru dalam karier kepelatihannya setelah resmi ditunjuk sebagai pelatih Ulsan HD pada Agustus 2025.

Mantan juru taktik Timnas Indonesia itu datang untuk menggantikan Kim Pan-gon, yang dianggap gagal memenuhi ekspektasi klub. Kehadirannya tentu membawa harapan besar bagi fans Ulsan HD.

Ekspektasi tersebut sempat terlihat nyata ketika Shin Tae-yong sukses meraih kemenangan pada laga debutnya.

Ulsan HD mampu mengalahkan Jeju SK dengan skor tipis 1-0, hasil yang langsung membangkitkan optimisme bahwa tim akan kembali bersaing di papan atas. Namun, perjalanan berikutnya justru tidak berjalan mulus.

Dalam dua laga setelah debut, Ulsan HD harus merasakan pahitnya kekalahan beruntun. Tim asuhan Shin Tae-yong tumbang 2-4 dari Suwon FC, lalu kembali menyerah 2-3 saat menghadapi FC Seoul. Catatan ini membuat posisi mereka masih terpuruk di papan tengah klasemen K League 1.

Catatan Tiga Laga Perdana Shin Tae-yong

Dari tiga pertandingan awal yang dipimpin Shin Tae-yong, Ulsan HD hanya mampu meraih tiga poin. Mereka menang sekali dan kalah dua kali, hasil yang jelas belum cukup untuk mengangkat posisi klub ke papan atas.

Saat ini, hingga pekan ke-27, Ulsan HD masih berada di peringkat ke-8 klasemen sementara dengan koleksi 34 poin.

Situasi ini membuat jarak Ulsan HD dengan puncak klasemen semakin melebar. Jeonbuk Motors yang duduk di posisi teratas sudah mengoleksi 64 poin, atau unggul 30 angka dari Ulsan.

Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi Shin Tae-yong yang dituntut untuk membangkitkan performa tim dalam waktu singkat.

Keputusan Berani pada Susunan Pemain

Selain hasil pertandingan, Shin Tae-yong juga membuat keputusan yang memunculkan perdebatan. Salah satunya terkait gelandang utama Ulsan HD, Darijan Bojanic.

Pemain yang selama ini menjadi tumpuan justru lebih sering duduk di bangku cadangan sejak kedatangan sang pelatih baru.

"Dia punya teknik yang bagus, tapi lemah dalam duel fisik, itulah sebabnya saya tidak menjadikannya starter. Kecuali ada keadaan yang tidak terduga, saya akan terus memilih pemain yang lebih tangguh secara fisik di starting lineup," kata Shin Tae-yong dikutip dari Korea Football News.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Melempemnya Tandem Lionel Messi di Timnas Argentina

Asad ArifinTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan