5 Manajer Liga Inggris yang Bisa Dipecat Sebelum Tahun Baru, Ruben Amorim Masih Jadi Sorotan

Liga Premier musim 2025/2026 baru dimulai, tapi tekanan pada beberapa manajer sudah terasa. Hasil buruk awal musim bisa membuat mereka segera berada di bawah sorotan.

Diperbarui 27 Agustus 2025, 14:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Selain itu, Brentford kehilangan pemain kunci seperti Bryan Mbeumo dan Christian Norgaard. Hal ini membuat tugas menjaga performa musim lalu semakin berat bagi Andrews.

Kemenangan atas Aston Villa bisa memberi waktu bernapas bagi sang pelatih. Setidaknya, hasil itu menunda isu pemecatan hingga jeda internasional pertama.

2. Nuno Espirito Santo (Nuno Espirito Santo)

Nuno Espirito Santo berhasil membawa Nottingham Forest finis di posisi ketujuh musim lalu. Pencapaian itu membuat Forest lolos ke kompetisi Eropa untuk pertama kalinya dalam beberapa musim.

Namun, kabar terbaru menyebut manajemen klub mungkin sudah mempertimbangkan masa depan Santo meski baru dua pertandingan liga berjalan. Hal ini menunjukkan posisi manajer Portugal tersebut masih sangat rentan.

Situasi ini membuat Santo harus bekerja keras untuk mempertahankan kepercayaan klub. Tekanan dari manajemen dan ekspektasi tinggi dari suporter menjadi ujian besar di musim ini.

1. Graham Potter (West Ham)

Graham Potter memulai musim 2025/2026 bersama West Ham dengan buruk. Tim mengalami dua kekalahan dan kebobolan delapan gol dalam laga awal.

Co-owner klub, Karen Brady, menyatakan dukungan untuk Potter. Namun, jika performa buruk terus berlanjut, posisi manajer Inggris itu bisa terancam.

Kegagalan ini membuat Potter menghadapi tekanan besar sejak awal musim. Masa depan kariernya akan sangat bergantung pada kemampuan membalikkan keadaan di London Stadium.

Persaingan Ketat di Liga Inggris

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Aga Deta AndityaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan