Jelang BRI Super League, Bos Semen Padang Maafkan 2 Akun yang Menuduhnya Mafia Bola

Dalam Mediasi Kasus Pencemaran Nama Baik, Andre Rosiade Putuskan Maafkan Terlapor yang menuduhnya mafia bola. Proses damai ini mengakhiri polemik hukum.

OlehThomas
Diterbitkan 08 Agustus 2025, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Bos Semen Padang yang juga wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, memutuskan untuk memaafkan pihak terlapor dalam kasus dugaan pencemaran nama baik yang menimpanya.

Keputusan ini diambil setelah proses mediasi yang berlangsung lancar di Bareskrim Polri pada Jumat, 8 Agustus 2025. Kasus ini bermula dari tuduhan "mafia bola" yang dilayangkan kepada Andre Rosiade melalui media sosial, yang membuatnya merasa perlu mengambil tindakan hukum.

Laporan polisi terkait tuduhan tersebut telah diajukan Andre Rosiade ke Bareskrim Polri sejak 12 Mei 2025. Dua akun media sosial menjadi terlapor dalam kasus ini karena menyebarkan narasi yang menuduh Andre terlibat dalam praktik mafia sepak bola.

Andre Rosiade merasa nama baiknya tercoreng dan perlu membersihkan diri dari tuduhan tersebut.

Dengan adanya kesepakatan damai dan permintaan maaf dari pihak terlapor, Andre Rosiade secara resmi mencabut laporannya. Langkah ini menandai berakhirnya polemik hukum yang sempat menarik perhatian publik.

Ia berharap kasus ini menjadi pembelajaran berharga bagi semua pihak terkait etika dan tanggung jawab dalam penggunaan media sosial.

"Kali ini para terlapor kami maafkan," kata Andre di sela-sela proses mediasi.

Latar Belakang Tuduhan dan Pelaporan

Kasus pencemaran nama baik ini berawal dari tuduhan "mafia bola" atau "mafia sepak bola" yang disematkan kepada Andre Rosiade melalui dua akun media sosial. Tuduhan ini mencuat setelah Andre menonton pertandingan Semen Padang di Surabaya. Sebagai seorang politisi dan penasihat klub sepak bola, Andre merasa tuduhan tersebut sangat merugikan reputasi dan nama baiknya di mata publik.

Merespons tuduhan serius tersebut, Andre Rosiade tidak tinggal diam dan memilih jalur hukum. Ia melaporkan dua akun media sosial tersebut ke Bareskrim Polri pada 12 Mei 2025. Laporan ini merupakan bentuk ketegasan Andre untuk melawan fitnah dan hoax yang beredar di ranah digital, sekaligus memberikan pembelajaran hukum bagi para penyebar informasi tidak benar.

Surat Perintah Penyelidikan dengan nomor Lidik/495/V/RES.1.14/2025/Dittipidsiber telah dikeluarkan Polri pada 21 Mei 2025, menunjukkan keseriusan pihak berwajib dalam menindaklanjuti laporan ini. Andre Rosiade secara konsisten menegaskan bahwa dirinya bukanlah mafia sepak bola. Ia justru merupakan sosok yang kerap mengkritisi praktik-praktik yang merugikan dunia sepak bola nasional.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

"Kami tegaskan sekali lagi, Andre Rosiade bukan mafia sepak bola. Kami laporkan para terlapor ke Aparat Penegak Hukum (APH) terkait dengan tuduhan di sosial media. Setiap bentuk fitnah atau pencemaran nama baik akan kami laporkan ke APH, baik fitnah untuk kami secara personal maupun keluarga," tegas Andre Rosiade yang juga Wakil Ketua Komisi VI DPR RI.

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan