Mengenang Jorge Costa Pilar FC Porto dan Sosok Pemimpin Abadi: Legenda yang Berpulang di Usia 53 Tahun

Dunia sepak bola berduka atas kepergian Jorge Costa, pilar FC Porto dan sosok pemimpin abadi, yang meninggal dunia di usia 53 tahun setelah serangan jantung.

OlehThomas
Diterbitkan 06 Agustus 2025, 22:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Jorge Costa, legenda FC Porto, meninggal dunia pada 5 Agustus 2025 di usia 53 tahun. Kepergiannya mengejutkan banyak pihak di dunia sepak bola. Ia menghembuskan napas terakhir setelah mengalami serangan jantung saat berada di pusat latihan klub.

Insiden tragis tersebut terjadi di Olival, Vila Nova de Gaia, Portugal, lokasi markas latihan FC Porto. Meskipun sempat dilarikan ke Rumah Sakit São João di Porto, nyawanya tidak dapat diselamatkan. Dugaan awal menyebutkan serangan jantung ini berkaitan dengan riwayat masalah jantung yang pernah dialaminya pada tahun 2022.

Kepergian sosok yang dikenal sebagai "Bicho" dan "Tanque" ini meninggalkan duka mendalam bagi FC Porto, para penggemar, dan seluruh komunitas sepak bola.

Jorge Costa dikenang sebagai bek tangguh dan kapten legendaris yang membawa klub meraih berbagai kejayaan. Warisannya sebagai pemimpin sejati akan selalu dikenang.

Karier Gemilang di FC Porto

Jorge Costa menghabiskan sebagian besar karier profesionalnya yang gemilang bersama FC Porto. Ia tercatat tampil dalam 383 pertandingan resmi untuk klub berjuluk Dragoes tersebut. Debutnya di tim utama dimulai pada akhir dekade 1980-an, menandai awal dari perjalanan panjangnya bersama Porto.

Selama 15 tahun pengabdiannya di FC Porto, Jorge Costa berhasil memenangkan total 24 gelar mayor. Koleksi trofinya mencakup delapan gelar Liga Portugal dan lima trofi Piala Portugal. Prestasi ini menegaskan dominasi Porto di kancah domestik selama era kepemimpinannya.

Puncak kejayaan internasionalnya terjadi pada awal 2000-an di bawah asuhan José Mourinho. Ia memimpin tim meraih Piala UEFA pada tahun 2003 dan Liga Champions pada tahun 2004. Selain itu, ia juga berhasil mengangkat trofi Piala Interkontinental, melengkapi koleksi gelar bergengsi klub.

Dengan julukan "Bicho" dan "Tanque", Jorge Costa dikenal karena gaya bermainnya yang agresif dan fisik yang kuat. Kualitas ini menjadikannya salah satu bek paling disegani di eranya. Pada musim 2001-2002, ia sempat dipinjamkan ke Charlton Athletic di Liga Inggris, tampil dalam 24 pertandingan sebelum kembali ke Porto.

Sosok Pemimpin Sejati dan Inspiratif

FC Porto secara resmi menyatakan bahwa Jorge Costa mewujudkan nilai-nilai inti klub seperti dedikasi, kepemimpinan, gairah, dan semangat penakluk yang tak tergoyahkan. Ia bukan hanya seorang pemain, melainkan juga simbol dari identitas dan ambisi klub. Warisan kepemimpinannya melampaui lapangan hijau.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

José Mourinho, mantan pelatihnya yang sukses di Porto, sangat menghargai kualitas kepemimpinan Costa. Mourinho pernah menceritakan insiden di mana Costa menghentikannya masuk ke ruang ganti saat tim tertinggal 0-2 di babak pertama. Costa kemudian memarahi para pemainnya sendiri, dan tim akhirnya bangkit memenangkan pertandingan 3-2, dengan Costa mencetak dua gol. Mourinho menekankan perbedaan antara kapten dan pemimpin, menyatakan bahwa pemimpin tidak bisa dibeli atau dibuat. Ia menyebut Jorge Costa sebagai salah satu individu yang memungkinkan pelatih fokus pada tugas teknis, karena Costa mampu mengelola dinamika ruang ganti. Kehadirannya memberikan keuntungan signifikan bagi tim. Deco, mantan rekan setimnya yang juga legenda Porto, menyebut Jorge Costa sebagai "perwujudan semangat dan tekad Porto." Ia menambahkan bahwa Costa adalah "kapten legendaris yang menginspirasi kita semua." Pengakuan dari rekan-rekan dan pelatihnya ini mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin sejati dalam sejarah klub.

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan