Shin Tae-yong Resmi Tangani Ulsan HD, Gajinya Tak Lebih Besar dari yang Dia Dapat di Timnas Indonesia

Setelah resmi meninggalkan Timnas Indonesia, Shin Tae-yong kini kembali ke kampung halamannya untuk melatih juara bertahan K League 1, Ulsan HD.

Diperbarui 05 Agustus 2025, 18:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Setelah resmi meninggalkan Timnas Indonesia, Shin Tae-yong kini kembali ke kampung halamannya untuk melatih juara bertahan K League 1, Ulsan HD.

Pengumuman ini disampaikan Ulsan HD pada Selasa (5/8/2025), di mana Shin menggantikan posisi Kim Pan-gon yang didepak usai rentetan hasil buruk.

Ulsan HD sebelumnya mengalami masa sulit dengan torehan 11 pertandingan tanpa kemenangan di berbagai ajang. Sebelumnya, klub berjuluk Harimau itu berhasil mempertahankan gelar juara K League selama tiga musim berturut-turut di bawah asuhan Hong Myung-bo dan kemudian Kim Pan-gon.

Kini, tongkat estafet diberikan kepada Shin Tae-yong yang punya pengalaman besar di level internasional.

Gaji Shin Tae-yong di Ulsan HD

Namun yang menarik perhatian bukan hanya penunjukan Shin Tae-yong, melainkan juga besaran gajinya di Ulsan HD.

Media Korea Selatan, Nate melaporkan bahwa eks pelatih Timnas Indonesia ini akan menerima bayaran tertinggi di antara pelatih-pelatih K League saat ini.

Meski begitu, nilai tersebut diperkirakan masih lebih rendah dibanding pendapatannya saat membesut Garuda.

Lebih Rendah Ketimbang di Timnas Indonesia

Shin dilaporkan mendapat bayaran sekitar US$2 juta atau Rp32,7 miliar per tahun saat melatih Indonesia. Sementara di Ulsan, nilainya kemungkinan tidak mencapai angka tersebut.

Sebagai perbandingan, Kim Pan-gon sebelumnya menerima gaji sekitar US$1 juta atau Rp16,3 miliar per tahun.

Dengan reputasi dan pengalaman yang dibawanya kembali ke Korea, Shin Tae-yong kini diharapkan mampu mengembalikan dominasi Ulsan HD di kompetisi domestik dan meraih prestasi di level Asia.

Sumber: Nate

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

2 Korban Comeback Sensasional Belgia di Piala Dunia: Jepang 2018, Senegal 2026

Ari Rachman PrayogaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan