Mencari Logika di Balik Kebijakan Transfer Chelsea, Klub Sepak Bola atau Perusahaan Investasi?

Pergerakan Chelsea di bursa transfer selama kepemimpinan Todd Boehly sulit dimengerti. Apakah ada tujuan besar dari kebijakan yang diterapkan selama ini?

Diterbitkan 05 Agustus 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kebijakan transfer Chelsea pada era kepemilikan Roman Abramovich sudah membuat dahi banyak orang berkenyit. Namun, manuver klub ketika itu tetap terasa lebih masuk akal ketimbang saat ini.

Sulit menemukan nalar di balik pergerakan klub sejak Todd Boehly berkuasa. Simak saja penjabaran berikut: Pada bursa transfer pertamanya di musim panas 2022, dia menginstruksikan klub merekrut siapa saja yang diminati para pesaing, terlepas usianya.

Chelsea pun mendatangkan nama-nama seperti Raheem Sterling, Kalidou Koulibaly, Mykhailo Mudryk, Pierre-Emerick Aubameyang, dan hampir saja Cristiano Ronaldo yang saat itu berusia 37 tahun.

The Blues juga memboyong pemain muda menjanjikan berbanderol tinggi dan mengikatnya dengan kontrak jangka panjang. Contoh kasus adalah Enzo Fernandez. Tidak lama setelah membantu Argentina menjuarai Piala Dunia 2022, dia dibeli senilai 121 juta euro dan dikontrak delapan setengah musim pada Januari 2023.

Total tagihan bagi Chelsea dari aktivitas selama kurun 2022-2025 adalah 1,377 miliar euro, belum menghitung biaya-biaya ekstra seperti komisi agen. Bisa dimaklumi, tidak semua rekrutmen sukses. Namun, berkat manuver itu mereka mendapatkan Cole Palmer dan Moises Caicedo, dua pilar tim masa depan.

Meski tidak masuk logika, pendekatan transfer Chelsea membuahkan hasil di lapangan. Mereka terdampar di peringkat 12 klasemen akhir Premier League pada musim debut Todd Boehly. Setelahnya Chelsea naik ke posisi enam di 2024/2025.

Musim lalu, klub London Barat itu sukses menembus empat besar. Mereka lebih dekat dengan runner-up Arsenal ketimbang Arsenal dari sang juara Liverpool. Kebijakan menumpuk pemain nyatanya membantu Chelsea membentuk dua tim kompetitif, sehingga turut membawa pulang trofi UEFA Conference League. Mereka bahkan juga menjuarai Piala Dunia Antarklub musim panas lalu.

Menyambut musim 2025/2026, Chelsea kini berstatus elite yang kembali ke Liga Champions dan memiliki kedalaman skuad terbaik. Ada optimisme mereka mampu bersaing melawan Liverpool, Arsenal, dan Manchester City pada persaingan gelar juara Premier League. Posisi mereka bakal makin kuat dengan memboyong beberapa pemain grade A untuk melengkapi Fernandez, Palmer, dan Caicedo.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Namun, aktivitas klub di bursa transfer kembali membingungkan. Stigma Chelsea sebagai perusahaan investasi, yang membeli pemain dengan harapan bisa menjualnya di harga lebih tinggi, masih melekat.

Halaman
Show All
Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan