PB Federasi Akuatik Indonesia Resmi Dilantik, Menpora Pasang Target Ini untuk Olimpiade 2028

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo menargetkan PB Federasi Akuatik Indonesia periode 2025-2029 untuk mengirim lebih banyak atlet lewat kualifikasi A ke Olimpiade Los Angeles 2028.

Diperbarui 04 Agustus 2025, 18:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Federasi Akuatik Indonesia resmi melantik jajaran pengurus baru pada Senin (4/8/2025). Anindya Bakrie kembali dipercaya menduduki jabatan Ketua Umum untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.

Sebagaimana diketahui, Anindya sudah pernah menempati posisi yang sama pada periode 2016-2020 ketika AI masih bernama Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI).

Era kepemimpinannya berlanjut pada 2020-2024. Di masa tersebut, PRSI berganti nama menjadi Akuatik Indonesia yang ditetapkan melalui Munasus di Jakarta pada 5 Agustus 2023 silam.

Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman menjelaskan, secara regulasi, Ketua Umum Federasi Akuatik Indonesia sebenarnya cuma bisa dipilih dua kali.

Namun, ketua yang sama masih diizinkan memimpin untuk ketiga jalinya apabila terpilih secara aklamasi. Anindya Bakrie memenuhi syarat tersebut, sehingga dia berhak kembali memimpin federasi.

Target dari Menpora

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo pun mengungkap target pihaknya untuk kepengurusan baru Federasi Akuatik Indonesia periode 2025-2029.

Tak muluk-muluk soal medali, dia menargetkan atlet yang dinaungi Federasi AI setidaknya bisa tembus ke Olimpiade Los Angeles 2028 lewat jalur kualifikasi A.

Di Olimpiade Paris 2024, Indonesia sendiri cuma mengirim dua atlet renang yakni Joe Aditya Wijaya Kurniawan dan Azzahra Permatahani. Keduanya lolos melalui kuota universality place.

"Untuk periode ketiga ini, (targetnya) bagaimana kita bikin legacy, tercepat yaitu di Olimpiade 2028," ujar Menpora kepada awak media selepas pelantikan pengurus Federasi Akuatik Indonesia di Jakarta Selatan, Senin (4/8/2025).

"Kami ingin memberikan hadiah untuk Bapak Presiden Prabowo yang sudah memberikan dukungan sangat besar untuk olahraga Indonesia. Bagaimana nanti Olimpiade LA itu, kita bisa, minimal bisa lolos kualifikasi A saja, bukan wildcard. Itu menurut saya sudah menjadikan tonggak sejarah," tambahnya.

Harapan Anindya Bakrie

Selaras dengan pesan Menpora, Anindya Bakrie membenarkan bahwa cabang olahraga air Indonesia sejauh ini memang belum mampu berbicara banyak di Olimpiade.

Padahal, akuatik sebenarnya merupakan salah satu cabor penyumbang medali terbanyak dalam ajang multievent tersebut, dengan total 52 dari 320 medali diperebutkan hanya di akuatik saja.

Untuk itu, pihaknya berharap ke depan, Federasi Akuatik Indonesia mampu meloloskan lebih banyak atlet ke Olimpiade. Target mereka, paling lambat di Olimpiade Brisbane 2032, akuatik sudah bisa menyumbangkan medali buat Indonesia.

"Saya berterima kasih kepada Pak Menteri yang luar biasa dukungannya. Dia bahkan mendorong bagaimana supaya jumlah medali yang dikumpulkan lebih banyak lagi karena kalau dilihat dari jumlah medali di Olimpide, 15-16 persennya ada dari akuatik," ujar Anindya Bakrie kepada awak media.

"Kita belum mencapai di sana pada saat ini, tetapi ke depannya kita ingin meloloskan lebih banyak lagi atlet di kualifikasi A. Mudah-mudahan di 2028 atau 2032 Brisbane, kita bisa mendapatkan medali mengikuti jejak olahraga-olahraga lainnya," tambah dia.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Persija Jakarta Resmi Angkut Eks Kiper Persib Bandung, Berlabel Timnas Indonesia

Theresia Melinda Indrasari, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan