Para Legenda Masuk di Kepengurusan PB Akuatik Indonesia 2025-2029 di Bawah Pimpinan Anindya Bakrie

Para legenda olahraga akuatik yang pernah mengharumkan nama Indonesia turut bergabung di organisasi Akuatik Indonesia.

Diterbitkan 03 Agustus 2025, 16:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Anindya mengatakan kepengurusan PB AI Masa Bhakti 2025-2029 yang mengusung tema: ‘akuatik untuk masa depan lebih baik’ ini memiliki visi membawa cabang olahraga akuatik menuju panggung dunia. Juga menjadikannya olahraga ini sebagai bagian dari gaya hidup sehat, serta mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh insan Akuatik Indonesia.

“Kami akan menjalankan misi melahirkan atlet-atlet tangguh yang mampu bersaing di ajang internasional, dengan sistem pembinaan yang terpadu dan berkesinambungan. Memasyarakatkan olahraga akuatik sebagai bagian dari gaya hidup sehat bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Membangun Sentra Pembinaan Daerah

Untuk mencetak atlet yang berkualitas, Anindya mengatakan pihaknya akan membangun sentra-sentra pembinaan di daerah-daerah, melalui sistem kepelatihan terpadu dan terarah, kompetisi yang berkesinambungan, dengan klub sebagai ujung tombak pembinaan.

“Alhamdulillah program pembibitan dan regenerasi atlet sejauh ini berjalan dengan baik. Saat ini 70 persen atlet Pelatnas merupakan perenang muda dengan rata-rata usia 16 tahun, bahkan mengalahkan para seniornya. Demikian juga di cabor akuatik lainnya,” ungkapnya.

Selain itu PB AI juga akan memfasilitasi pendidikan formal yang berkelanjutan bagi atlet, serta memperkuat program beasiswa bagi atlet dan pelatih. Ini dilakukan dengan cara berkolaborasi dengan pemerintah dan swasta dalam mendukung program Student-Athlete agar atlet bisa berprestasi di dalam dan luar negeri.

Selain itu, PB AI juga akan menggunakan sport science dan teknologi termasuk artificial intelligence (AI). Saat ini PB AI tengah mengembangkan prototipe bernama Akuatik Mobile Intelligence (AMI) yang mampu menjawab pertanyaan seputar akuatik, menyajikan data dengan cepat, membuat komparasi dan analisis.

“Dengan AMI seolah kita memiliki sport analis di kantong kita, yang bisa mengambil keputusan yang objektif tanpa tendensi. AMI ini juga sempat didemokan saat Munas lalu,,” katanya.

Buru Prestasi Ajang Internasional

 

Dengan itu semua Anindya berharap dapat membawa sebanyak mungkin atlet akuatik Indonesia lolos limit A Olimpiade 2028 di Los Angeles, Amerika Serikat. PB AI juga ingin para atletnya memburu prestasi pada sederet ajang internasional yang sudah menanti di depan mata.

Misalnya pada ajang Asian Youth Games 2025 di Bahrain yang akan menjadi batu loncatan pertama untuk meloloskan perenang-perenang muda Indonesia ke Olympic Games Dakar 2026. Sementara pada ajang multi event mulai dari SEA Games 2025 Thailand dan Asian Games 2026 Nagoya hinggal SEA Games 2027 di Malaysia, Anindya menargetkan perbaikan perolehan medali.

“Dengan kekompakan dan kesamaan visi misi para pengurus dalam ikhtiar memajukan olahraga akuatik, semoga semua harapan tersebut bisa jadi kenyataan. Mohon doa dan dukungannya,” pungkasnya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Tim BolaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan