Format Putaran 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia

Enam tim yang gagal finis di dua besar putaran sebelumnya kini kembali memperebutkan dua tiket tersisa ke Amerika Utara.

Diperbarui 17 Juli 2025, 09:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Dari hasil pot ini, tiap grup akan diisi satu tim dari masing-masing pot. Artinya, Indonesia bisa satu grup dengan Qatar dan Irak, atau Arab Saudi dan UEA. Semua kemungkinan terbuka lebar.

Menanti undian ini jadi momen penuh harap sekaligus cemas bagi keenam tim. Apalagi, atmosfer kompetisi akan sangat ditentukan siapa yang saling berhadapan lebih dulu.

Tuan Rumah Jadi Perhatian

Qatar dan Arab Saudi bukan hanya unggul dari segi fasilitas. Mereka juga dikenal punya kekuatan finansial dan fanbase besar, yang memberi tekanan tambahan bagi tim lawan.

Keputusan AFC menunjuk mereka sebagai tuan rumah memang bukan tanpa kontroversi. Indonesia, Irak, Oman, dan UEA sempat menyuarakan keberatan atas keputusan tersebut. Kekhawatiran utama adalah potensi keuntungan non-teknis yang bisa didapat tuan rumah.

Namun, AFC menyatakan semua keputusan diambil secara transparan lewat bidding. Infrastruktur, kesiapan logistik, dan stabilitas keamanan menjadi pertimbangan utama.

Terlepas dari kritik, kenyataannya semua tim kini harus bersiap menghadapi tantangan yang sama. Adaptasi terhadap atmosfer stadion, cuaca, dan tekanan publik jadi bagian dari strategi keseluruhan.

Bagi negara-negara non-tuan rumah, tantangan ini justru bisa jadi bahan bakar semangat. Keinginan untuk membungkam keraguan bisa jadi motivasi tambahan.

Indonesia dan Asa Tak Kenal Lelah

Indonesia datang sebagai tim dengan ranking FIFA terendah di antara peserta. Namun, skuad Garuda sudah berkali-kali menunjukkan bahwa peringkat bukan segalanya.

Lolos ke putaran keempat saja sudah menjadi sejarah baru bagi Timnas Indonesia. Ini jadi bukti progres pesat sejak era kepelatihan Shin Tae-yong hingga Patrick Kluivert. Kini, tinggal selangkah lagi menuju mimpi terbesar: Piala Dunia.

Tentu saja tantangan yang menanti tidak ringan. Namun, dengan persiapan matang, rotasi efektif, dan dukungan dari publik, semua kemungkinan tetap terbuka.

Mentalitas juga akan jadi kunci. Laga hanya dua kali, jadi konsentrasi dan keberanian harus dijaga penuh sepanjang turnamen.

Indonesia mungkin bukan unggulan, tapi sejarah seringkali ditulis oleh mereka yang tak diperhitungkan. Siapa tahu, Oktober nanti jadi bulan keramat bagi sepak bola Tanah Air.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan