Timnas Indonesia U-23: Euforia Harus Dibatasi Agar Tidak Jadi Bumerang

Di lapangan, mereka tampil percaya diri dan dominan sejak menit pertama. Lini depan agresif, lini tengah cair, dan pertahanan nyaris tak diuji. Namun, euforia harus dibatasi agar tidak jadi bumerang.

Diperbarui 16 Juli 2025, 18:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Indonesia masih punya satu laga berat lagi melawan Malaysia di penutupan grup pada 21 Juli, sementara Filipina akan bertemu Brunei. Jika ingin melangkah jauh, Garuda Muda harus tampil konsisten dan tak boleh terpeleset. Filipina sudah membuktikan mereka bukan tim penggembira.

Jaga Fokus, Jangan Besar Kepala

Kemenangan 8-0 jelas menggembirakan, tapi euforia itu harus dikendalikan. Erick Thohir menyampaikan pesan tegas kepada seluruh tim agar tidak besar kepala. “Tolong sampaikan ke manajer, ke coach, pemain, jangan besar kepala gara-gara menang 8-0 sama Brunei, tapi game akan lebih berat nanti,” ujar Erick.

Peringatan itu penting, apalagi mengingat pendeknya waktu persiapan tim. Gerald Vanenburg baru punya dua minggu membentuk tim, dan meski debutnya meyakinkan, masih banyak aspek yang bisa ditingkatkan. Konsistensi permainan, daya tahan, dan mental akan diuji di laga-laga berikutnya.

Dengan jadwal padat dan lawan yang makin sulit, Indonesia dituntut tetap rendah hati dan fokus. Filipina dan Malaysia bisa menjadi batu sandungan jika tim lengah. Garuda Muda harus membuktikan bahwa pesta gol kemarin bukan kebetulan belaka.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan