Diogo Jota di Liverpool: Lebih dari Sekadar Pemain Tim

Diogo Jota memang dikenal bukan hanya sebagai pencetak gol ulung, tetapi juga sebagai sosok yang tanpa lelah berjuang demi kepentingan tim.

Diperbarui 04 Juli 2025, 14:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Diogo Jota pernah berkata dalam wawancara perdananya usai bergabung dengan Liverpool, bahwa dirinya adalah seorang team player. Kalimat sederhana itu kini bergema kembali dengan makna yang lebih dalam, setelah sang penyerang asal Portugal itu meninggal dunia secara tragis bersama sang adik dalam sebuah kecelakaan lalu lintas.

Jota memang dikenal bukan hanya sebagai pencetak gol ulung, tetapi juga sebagai sosok yang tanpa lelah berjuang demi kepentingan tim.

Ucapan pertamanya sebagai pemain Liverpool, “Saya akan selalu mencoba membantu tim dengan cara terbaik,” kini menjadi warisan moral yang tak ternilai.

Loyal, Rendah Hati, dan Tak Pernah Menyerah

Mantan gelandang Liverpool, Danny Murphy, menjadi salah satu dari banyak sosok yang mengenang Jota dengan penuh rasa hormat.

Dalam pernyataannya di talkSPORT, Murphy menyoroti karakter kuat Jota yang terlihat jelas dalam cara ia menghadapi setiap cedera berat selama memperkuat The Reds.

“Dia punya sikap luar biasa. Dia tak selalu jadi starter, tapi tetap bekerja keras dan mencetak gol penting. Dia selalu siap dimainkan di posisi mana pun,” ujar Murphy.

Murphy juga menyebut bahwa meski tak pernah bertemu langsung dengan Jota, banyak staf di Liverpool yang berbicara baik tentang sikapnya yang rendah hati dan semangat juangnya yang menginspirasi.

Penentu di Laga Krusial

Selama lima musim membela Liverpool, Jota tidak hanya mencetak 65 gol — ia menciptakan momen-momen yang tak akan dilupakan para pendukung setia Anfield.

Gol debutnya datang dalam kemenangan 3-1 atas Arsenal di Anfield, September 2020. Kala itu, pandemi membatasi kehadiran penonton, tetapi kehadiran Jota di lapangan langsung memberi dampak signifikan.

Tak lama berselang, ia memborong hat-trick ke gawang Atalanta di ajang Liga Champions — bukti bahwa ia mampu bersinar bahkan di panggung terbesar Eropa.

Pada musim 2021/22, ia kembali mencuri perhatian lewat dua gol yang mengantar Liverpool ke final Carabao Cup, menyingkirkan Arsenal. Meski tak mencetak gol di final melawan Chelsea, ia sukses menunaikan tugas dari titik penalti dalam drama adu penalti yang mempersembahkan trofi pertama Carabao Cup bagi Liverpool dalam satu dekade terakhir.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Dan siapa yang bisa lupa gol penentu kemenangan atas Tottenham di menit-menit akhir pada April 2023? Gol itu bukan hanya menyelamatkan tiga poin, tetapi juga memicu selebrasi heboh dari Jurgen Klopp — yang bahkan sampai mengalami cedera hamstring karena terlalu gembira.

Halaman
Show All
Ari Rachman PrayogaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan