Turnamen Sepak Bola di Stadion Madya Ini Gunakan Mini VAR

Kahf IA-ITB Cup 2025 menggunakan mini VAR. Wasit beberapa kali menggunakannya di partai final yang berlangsung sampai adu penalti.

OlehThomas
Diperbarui 02 Juli 2025, 21:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Grand final Kahf IA-ITB Cup 2025 berlangsung pada Sabtu 21 Juni 2025 di Stadion Madya GBK Senayan mempertemukan IAFI ITB (Ikatan Alumni Fisika ITB) dengan ALKA ITB (Alumni Teknik Kelautan ITB). Menariknya, mini VAR diimplementasikan dalam pertandingan tersebut.

Partai puncak berakhir dramatis dengan skor akhir 2-2 pada waktu penuh dan IAFI ITB berhasil menjadi juara setelah Noor Ramadhan Khazai (IAFI ITB) berhasil mengeksekusi tendangan penalti terakhir pada drama adu penalti. Pada pertandingan ini, terjadi implementasi mini VAR untuk pengecekan kemungkinan penalti.

Pertandingan final ini berlangsung sengit. Pada menit ke-22, Faisal Akbar berhasil mencetak gol indah dengan kaki kanan lewat tendangan bebas, sehingga membuat ALKA ITB unggul 1-0.

IAFI ITB langsung merespon. Setelah kick-off, Muhammad Thurisina Choliq memberikan bola ke Faris Yudza Ghifari yang langsung memberikan terobosan ke Galih Nurhidayat yang kemudian dilanggar di kotak penalti. Agus Mustopa sukses mengeksekusi penalti pada menit ke-23 dengan tendangan kaki kanan yang mengarah ke kiri, sehingga skor menjadi 1-1.

Mini VAR sempat diimplementasikan untuk mengecek kemungkinan penalti untuk IAFI di akhir babak pertama setelah Galih Nurhidayat kembali dilanggar di kotak penalti.

Pada momen ini Kaisar Lautan sempat mengajukan challange kepada wasit untuk meninjau ulang pelanggan menggunakan teknologi Mini VAR. Setelah proses review, wasit tetap menghadiahkan penalti. Namun, sayangnya tendangan penalti ini gagal dikonversi menjadi gol berkat tepisan Bagus Paramanandana, sehingga skor 1-1 bertahan hingga babak pertama usai.

Tim yang Menjadi Juara

Babak kedua, kedua tim saling jual beli serangan, namun petaka justru datang ke IAFI ITB setelah tusukan dari Fathan Ahsan ke kotak penaliy salah diantisipasi oleh Kiper IAFI ITB sehingga menghasilkan hukuman penalti. Kali ini ganti IAFI ITB yang mengajukan review Mini VAR namun hasilnya tetap jelas terjadi pelanggaran dan penalti untuk ALKA ITB.

Tendangan penalti Faisal Akbar sempat mengenai kaki kiper, namun bola muntah berhasil disambar oleh Fathan Ahsan, sehingga ALKA unggul 2-1. Drama kembali tercipta. Setelah salah satu pemain ALKA ITB mendapatkan kartu merah, pada menit ke-85 terjadi handball di kotak penalti ALKA ITB karena bola liar, sehingga IAFI ITB mendapatkan peluang untuk menyamakan kedudukan lewat penalti lagi.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Deny Hermawan yang menjadi eksekutor tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dan berhasil mencetak gol untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Skor 2-2 ini bertahan hingga akhir waktu penuh, sehingga diteruskan ke babak adu penalti. Adu penalti berlangsung cukup menegangkan. Hanya masing-masing satu dari lima penendang IAFI ITB dan ALKA ITB saja yang gagal memasukkan bola ke gawang dalam adu penalti ini. Dari aturan Kahf IA-ITB Cup 2025, jika setelah lima penendang, skornya masih seri, maka akan diadakan coin toss. IAFI ITB menjadi pemenang coin toss dan memutuskan untuk menjadi penendang. Noor Ramadhan Khazai yang menjadi eksekutor penentu sukses melaksanakan tugasnya dengan baik dan mengantar IAFI FC menjadi juara Kahf IA-ITB Cup 2025. Dengan hasil ini, IAFI ITB berhasil menjadi juara 1, sementara ALKA ITB menjadi juara 2 (runner-up). Pada perebutan juara 3, IAFA ITB (Ikatan Alumni Farmasi ITB) berhasil menjadi juara 3 setelah menang adu penalti dengan skor 3-3 kontra IATAMET ITB (Ikatan Alumni Teknik Pertambangan dan Teknik Metalurgi ITB) di waktu penuh. IATAMET ITB menjadi juara 4 di turnamen ini.

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan