5 Permata Tersembunyi Serie A 2024/25, Layak Diincar Raksasa-raksasa Eropa

Kompetisi Serie A saat ini memiliki sejumlah permata tersembunyi seperti Mario Gila dan Nico Paz yang layak diincar oleh tim-tim raksasa Eropa.

Diterbitkan 26 Juni 2025, 16:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Delapan assist yang ia ciptakan membuktikan kapasitasnya sebagai bek modern yang komplet. Ia tidak hanya menjaga pertahanan, tetapi juga aktif membantu tim dalam menciptakan peluang.

Musim depan, Martin bisa jadi motor penting jika Genoa ingin naik level lebih tinggi. Peran dan pengaruhnya jelas tak bisa dikesampingkan dari strategi pelatih Patrick Vieira.

Mario Gila – Pilar Pertahanan Lazio yang Tangguh

Musim solid Lazio tak bisa dilepaskan dari peran penting Mario Gila di lini belakang. Bek asal Spanyol ini tampil meyakinkan sepanjang musim, menjadi tembok kokoh bagi pertahanan klub ibu kota.

Gila menampilkan permainan yang matang, dengan ketenangan dan kecerdasan membaca situasi. Ia juga terampil membangun serangan dari belakang berkat kemampuan teknisnya yang mumpuni.

Catatan statistiknya di berbagai aspek distribusi dan progresi bola membuatnya menonjol di antara para bek lainnya. Meski masih berusia 24 tahun, ia menunjukkan kematangan seperti pemain veteran.

Gila bisa saja menjadi incaran klub-klub besar di Eropa dalam waktu dekat. Namun jika bertahan di Lazio, kehadirannya bisa jadi kunci untuk menembus zona Eropa di musim berikutnya.

Nikola Krstovic – Penyelamat Lecce dari Jurang Degradasi

Saat Lecce terancam degradasi, kontribusi Nikola Krstovic menjadi krusial untuk menyelamatkan klubnya. Striker Montenegro ini menjadi ujung tombak yang bisa diandalkan dalam situasi sulit.

Krstovic mencetak 11 gol dan memberikan lima assist, catatan impresif untuk pemain dari tim papan bawah. Ia dikenal sebagai striker pekerja keras dengan naluri mencetak gol yang tajam.

Rata-rata 0,47 gol dan assist per 90 menit membuktikan bahwa Krstovic adalah salah satu pemain paling efisien musim ini. Kontribusinya membawa Lecce tetap berada di Serie A untuk satu musim lagi.

Penampilan konsistennya bisa jadi tiket untuk pindah ke klub yang lebih besar. Namun, jika ia tetap bertahan, Lecce punya harapan besar untuk terus bertahan di kompetisi tertinggi Italia.

Nico Paz – Motor Serangan Como yang Tak Tergantikan

Selain Assane Diao, Como juga menemukan permata lain dalam diri Nico Paz. Gelandang muda asal Argentina ini menjadi pusat permainan Como di bawah kepemimpinan Cesc Fabregas.

Didatangkan dari Real Madrid, Paz langsung menyatu dalam skema tim dan menjadi pengatur serangan utama. Ia dikenal sebagai pemain yang lincah dan penuh visi dalam mengatur tempo pertandingan.

Dengan torehan assist yang tinggi, ia menjadi salah satu kreator terbaik Serie A musim ini. Rata-rata kontribusinya sebesar 0,47 gol dan assist per 90 menit menjadi bukti bahwa ia bukan pemain sembarangan.

Paz baru berusia 20 tahun dan masa depannya terlihat sangat cerah. Jika Como mampu mempertahankannya, klub ini bisa jadi kuda hitam yang serius di musim depan.

(Bola/Football Italia)

Klasemen Liga Italia

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Dimas Ardi PrasetyaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan