Kritik Tajam: Mantan Pengadil FIFA Bongkar Sisi Gelap Wasit Legendaris Pierluigi Collina

Citra bersih sang legenda baru-baru ini diguncang kritik tajam dari mantan pengadil FIFA asal Swedia, Jonas Eriksson.

Diperbarui 19 Juni 2025, 10:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Merasa diabaikan, Eriksson mencoba menghubungi Collina. “Saya menelepon, dia menekan tombol sibuk. Saya kirim pesan, ‘Tolong telepon, saya perlu bicara.’” Namun, menurut Eriksson, Collina tak pernah menanggapi permintaan klarifikasi tersebut. Sejak saat itu, komunikasi keduanya terputus.

Kontrak Ukraina dan Telepon yang Tak Pernah Berdering

Eriksson juga menyoroti keputusan Collina menerima posisi konsultan di Ukraina senilai £500.000 per tahun—sekitar Rp 10 miliar—ketika FIFA melarang wasit aktif bertugas di luar negeri. “Hukum permainan tampaknya berbeda untuk orang lain dibanding untuknya,” sindir Eriksson.

Kekecewaan memuncak saat Eriksson gagal masuk daftar wasit Piala Dunia 2018. “Karier saya berakhir, mungkin Anda pikir saya pahit. Ini sudah enam, tujuh tahun lalu,” katanya. Ia mengaku bukan sekadar marah, melainkan kecewa karena merasa tak dihargai dengan penjelasan langsung.

Rangkaian peristiwa itu membuat Eriksson menilai Collina tak mampu menyampaikan kenyataan pahit kepada bawahan. “Dia menghindar karena tak sanggup mengatakan yang sebenarnya,” tegasnya. Bagi Eriksson, diamnya sang bos justru lebih melukai daripada keputusan apa pun.

Hubungan yang Putus dan Masa Depan

Ketika ditanya apakah mau berbicara lagi dengan Collina, Eriksson menjawab lugas. “Saya berjanji pada diri sendiri, kalau bertemu dia, saya akan berjalan lurus saja,” ucapnya. Sinyal perdamaian jelas belum terlintas di benaknya.

Kesempatan bertemu sebenarnya datang saat Piala Dunia 2023 di Australia – Selandia Baru. Eriksson berada di VIP lounge sebagai tamu Federasi Sepak Bola Swedia. “Saya pikir, mari lihat apakah saya akan bertemu dia,” kenangnya tentang momen itu.

Saat berbincang dengan Sekjen FIFA asal Swedia, Mattias Grafstrom, muncul ide berswafoto dan mengirimkannya ke Collina. “Grafstrom bertanya, ‘Kita foto lalu kirim ke Collina?’ Saya jawab, ‘Tidak, jangan,’” kata Eriksson sambil tertawa kecil. Baginya, kisah dengan Collina sudah selesai—tak perlu ada foto, tak perlu ada rekonsiliasi.

Sumber: talkSPORT

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan