KONI Gelar PON Beladiri 2025 di Kudus, Diikuti 10 Cabang Olahraga

KONI Pusat akan menggelar PON Beladiri 2025 di Kudus, Jawa Tengah. Ajang ini jadi terobosan baru karena PON 2028 fokus pada cabang olahraga Olimpiade.

OlehThomas
Diperbarui 17 Juni 2025, 20:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat dan Djarum Foundation bersama PT Perada Swara Productions membuat terobosan baru untuk memajukan olahraga beladiri di tanah air. Akan ada Pekan Olahraga Nasional atau PON Beladiri 2025 yang digelar di GOR Djarum Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah pada Oktober mendatang.

PON Beladiri edisi perdana ini akan menghadirkan 10 cabang olahraga beladiri. Ada pencak silat, tarung derajat, karate, taekwondo, gulat, judo, jujitsu, sambo, kempo, hingga wushu. PON Beladiri rencananya akan digelar setiap dua tahun sekali. Pelaksanaan PON Beladiri 2025 ini sepenuhnya dibiayai swasta dalam hal ini Djarum Foundation.

"Ini merupakan PON Beladiri pertama yang memang menjadi rencana KONI membuka ruang kolaborasi dengan pihak ketiga. Jadi pada PON Beladiri ini sepenuhnya dari swasta. Kami yakin dan percaya dengan track record Djarum Foundation terhadap pembinaan atlet maupun penyelenggaraan kejuaraan olahraga, akan menyukseskan PON Beladiri 2025 selaras dengan lahirnya atlet-atlet bela diri kebanggaan Indonesia,” kata ketua KONI Marciano Norman dalam jumpa pers, Selasa (17/6/2025).

KONI menggelar PON Beladiri karena ke depannya PON 2028 akan di fokuskan pada cabang olahraga Olimpiade. PON 2028 rencananya hanya mempertandingkan cabor Olimpiade, unggulan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) dan pilihan tuan rumah. Sebagai gantinya cabor yang tidak lagi dipertandingkan di PON tetap akan punya satu multievent nasional.

“Pada PON XXII/2028 NTT-NTB, kita mencoba untuk lebih fokus kepada cabang olahraga Olimpiade, oleh karenanya KONI Pusat harus mencari jalan bagaimana cabor lain yang tidak dipertandingkan di PON tetap punya satu multievent nasional yang menjadi salah satu tolak ukur hasil pembinaan yang dilakukan oleh pengurus provinsi cabor, KONI Provinsi, KONI Kabupaten/Kota, yang atletnya berlaga pada PON Beladiri,” jelas Ketum KONI Pusat.

Mendukung Potensi Atlet Beladiri dari Daerah

Kolaborasi dengan organisasi olahraga di Indonesia bukanlah yang pertama bagi Djarum Foundation. Selama ini, Bakti Olahraga Djarum Foundation telah konsisten menorehkan jejak prestasi dalam dunia olahraga melalui pembinaan atlet bulu tangkis, turnamen sepak bola putri usia dini, kejuaraan atletik, panahan, dan berbagai ajang Kejurnas lainnya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

PON Beladiri 2025 menjadi langkah lanjutan dan signifikan dalam mendukung potensi besar atlet-atlet bela diri Indonesia. Martin Basuki Hartono dari Djarum Foundation mengungkapkan, pihaknya menyambut positif inisiasi dari KONI Pusat dalam mencetuskan PON Beladiri. Ia menilai, para atlet dari cabang olahraga ini sudah sepatutnya memiliki wadah unjuk kemampuan demi meraih prestasi membanggakan seperti cabor lain, melalui kompetisi yang berkelanjutan. Diketahui, PON Beladiri dicanangkan digelar setiap dua tahun sekali, berbeda dengan PON reguler yang bergulir empat tahun sekali. “PON Beladiri 2025 adalah momen penting untuk menunjukkan bahwa Indonesia punya kekuatan, bukan hanya secara fisik, tapi juga secara mental dan karakter. Kami ingin menjadi bagian dari perjalanan para atlet menuju podium internasional layaknya Asian Games, SEA Games, hingga Olimpiade. Karena kami melihat event ini sebagai panggung awal bagi para atlet muda untuk menyiapkan diri menuju ke sana. Djarum Foundation meyakini bahwa kejayaan olahraga dapat mempersatukan bangsa,” jelas Martin yang juga merupakan pelatih Brazilian jiu-jitsu.

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan